Satu Islam Untuk Semua

Tuesday, 15 May 2018

Keunikan Masjid Jawa di Thailand


Keunikan Masjid Jawa di Thailand

islamindonesia.id – Keunikan Masjid Jawa di Thailand

 

Ada sebuah masjid bernama Masjid Jawa (Jawa Mosque) yang menjadi sarana syiar Islam bagi Muslim di Bangkok, Thailand. Di masjid ini, terdapat pula sarana pendidikan berupa madrasah dengan jumlah siswa mencapai 200-an orang. Selain itu, ada pula aktivitas rutin berupa pengajian Al-Quran yang digelar penuh selama sepekan; Senin hingga Jumat untuk anak-anak dan hari Minggu untuk dewasa.

Lokasi masjid Jawa ini terletak di Sathorn Bangkok, Thailand tepatnya di Jalan Soi Charoen Rat 1 Yaek 9. Kawasan sekitar masjid dikenal dengan Soi Charoen Rat. Daerah ini merupakan kawasan yang dihuni banyak masyarakat Melayu dan keturunan dari perantauan orang Jawa.

Seorang Nahdliyin Zuhrah (putri H Muhammad Saleh, pendiri Masjid Jawa) dan Ma’rifah (cucu Kiai Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah) merupakan keturunan Jawa yang tinggal di sekitar masjid.

Uniknya, bahasa Indonesia juga diajarkan secara rutin di Madrasah Masjid Jawa. Tujuannya tidak lain adalah untuk terus memelihara rasa cinta terhadap Indonesia. Begitu juga pengantar bahasa pembelajaran acap kali campur-campur antara bahasa Thailand, Indonesia, dan Jawa.

Tak hanya itu saja, pengajian-pengajian yang diselenggarakan di Masjid Jawa ini pun sering menggunakan bahasa Indonesia dan Jawa, di samping bahasa Thailand. Bahkan tradisi khas Nusantara seperti beduk, pengajian, dan shalawatan bahkan juga tahlilan juga ada di Masjid Jawa ini. Tak heran bila terlihat suasana masyarakat sekitar masjid seperti budaya Jawa.

Masjid Jawa didirikan di atas tanah Muhammad Saleh, seorang perantauan asal Rembang Jawa Tengah, pada 1906. Mulanya tanah tersebut merupakan tempat pengajian dan yasinan, lalu kemudian diwakafkan menjadi masjid dan tempat pendidikan.

Masjid ini berarsitektur Jawa dengan warna bangunan hijau muda dan atap limasan berundak tiga. Jika dilihat sepintas seperti Masjid Agung Kauman di Yogyakarta dalam ukuran mini.

Bangunan utama masjid berbentuk segi empat dengan ukuran 12 x 12 meter dan dilengkapi dengan empat pilar di tengah yang menjadi penyangga. Selain sisi arah kiblat, di tiga sisi lainnya terdapat masing-masing tiga pintu kayu.

Di luar bangunan utama, terdapat serambi dengan empat pintu yang terbuat dari jeruji besi. Di bagian depan (mihrab), terdapat sebuah mimbar kayu yang dilengkapi tangga. Di kanan dan kirinya terdapat dua buah jam lonceng, juga terbuat dari kayu.

Ada dua bangunan utama yaitu masjid dan madrasah berbentuk rumah panggung dengan aneka jejeran kursi dan meja di kolong rumah. Sementara di seberang masjid ada tempat pemakaman Islam. Di samping kiri masjid terdapat prasasti peresmian masjid berbahasa Thailand.

Mengunjungi masjid ini dan mencermati interiornya, akan membuat kita merasa sedang berada di sebuah masjid tua di Jawa.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *