Satu Islam Untuk Semua

Wednesday, 03 February 2016

Ketika Sharm El-Sheikh Menjadi Kota Hantu


wpid-thumbnail-3f01d0d6b423e41eb2a3fc351221c6d7-1280x852

Sekitar 1 juta orang wisatawan mengunjungi Mesir pada November dan Desember, turun hingga 41% dari tahun lalu dan merupakan yang terendah setidaknya sejak 2005, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Wisatawan tidak pernah serendah ini bahkan pada 2013, ketika konfrontasi mematikan antara pasukan keamanan dan kelompok militan terjadi.

“Anda tidak dapat menyebut apa yang terjadi ini adalah sebuah penurunan, ini adalah sebuah keruntuhan,” kata anggota dewan dari Pariwisata Federasi Mesir, Amani El-Torgoman, “Pasti ada reaksi berlebihan atas kecelakaan pesawat, dan itu sangat buruk.”

1113_tourism-egypt-300x199

Mohamed el-Shahed/AFP

Penurunan pendapatan pariwisata terjadi sejak teror bom pesawat Rusia, 31 Oktober. Teror itu sendiri memperumit upaya untuk perbaikan ekonomi. Industri pariwisata Mesir sudah terpukul keras oleh kerusuhan 2011 dan 2013 dan tidak pernah pulih sejak tahun 2010 ketika Mesir memiliki sekitar 15 juta pengunjung.

Pesawat Airbus 321 milik perusahaan Rusia, Metrojet, jatuh di Sinai dan menewaskan seluruh penumpang dan awaknya yang berjumlah 224 orang. Jatuhnya pesawat  diduga karena ledakan bom Improvised Explosive Device (IED) yang diletakkan di dalam pesawat. Lantaran kejadian itu, negara seperti Rusia dan Inggris mengambil langkah dengan membekukan penerbangan menuju Mesir.

“Alasan penurunan dalam pariwisata jelas, pasar terbesar kami telah memberlakukan larangan perjalanan ke Mesir,” kata Ahmed Hamdy, wakil presiden Mesir Tourist Authority. “Kami berusaha untuk memasuki pasar baru seperti Bulgaria, Republik Ceko dan Polandia, serta negara-negara Amerika Latin dan India dan China.”

“Setelah 2011, wisatawan berhenti mengunjungi Kairo, Luxor dan Aswan karena kawasan tersebut dianggap tidak aman,” katanya. “Tapi wisata pantai, kala itu baik-baik saja. Namun itu juga kini telah rusak. Sharm El-Sheikh telah menjadi kota hantu. Dan ini menyedihkan.”[]

Ami/IslamIndonesia/Bloomberg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *