Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 02 July 2017

Kenang Sunan Sendang Duwur, Warga Lamongan Gelar Pawai Ketupan


GUNUNGAN-1

islamindonesia.id – Kenang Sunan Sendang Duwur, Warga Lamongan Gelar Pawai Ketupan

 

Warga pesisir Lamongan menggelar pawai gunungan ketupat yang diarak mulai Paciran menuju ke Tanjung Kodok yang berada di dalam Wisata Bahari Lamongan. Tradisi ini diperingati sebagai bentuk syukur dan peristiwa pemindahan masjid sendang duwur dari Jepara yang dibawa secara utuh oleh Sunan Sendang Duwur.

“Ini bagian dari upaya kami, Pemkab Lamongan untuk melestarikan tradisi masyarakat Lamongan. Apalagi tradisi kupatan di masyarakat pantura ini memiliki makna filosofi yang tinggi,” ujar Bupati Lamongan Fadeli di Wisata Bahari Lamongan Tanjung Kodok Lamongan (2/7) seperti dilansir portal resmi Pemkab.

Acara Gebyar Ketupatan itu diawali dengan defile perahu hias nelayan Pantura. Dilanjutkan dengan acara seremonial dan rebutan gunungan ketupat.

Kenduri kupat, yakni makan beramai-ramai kupat dengan berbagai sayur dan olahan lauk oleh pejabat dan seluruh masyarakat pantura Lamongan menjadi penanda puncak acara tersebut.

Dalam acara itu, kupat buatan nelayan dengan menilai keunikan bentuk, hiasan perahu defile, komposisi dan rasa ketupat saat dicampur dengan lauk pauk juga dilombakan.

Sementara menurut penyaji sejarah kupatan, Hidayat Iksan, tradisi Riyoyo Kupat (Hari Raya Ketuapat) itu telah menjadi kebiasaan turun temurun masyarakat Paciran dan sekitarnya.

Dikatakannya, di Riyoyo Ketupat itu mereka melakukan kebiasaan besiar, mengunjungi sanak famili, tempat bersejarah di Makam Sunan Drajat dan Sunan Sendang Dhuwur dan lainnya.

“Masjid (sendang duwur dari Jepara) ini masih tetap ada dan tradisi ini dilanjutkan masyarakat dengan bersyukur secara bersama-sama,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lamongan Chairil Anwar seperti dikutip detik.com, 2 Juni.[]

 

YS/ Islam Indonesia/ Foto: surabayaoline.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *