Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 25 June 2017

Inilah Lima Tradisi Unik Lebaran Khas Indonesia  


Inilah Lima Tradisi Unik Lebaran Khas Indonesia

islamindonesia.id – Inilah Lima Tradisi Unik Lebaran Khas Indonesia

 

Tak ada hal yang paling ditunggu setelah bulan puasa selain lebaran. Inilah momen gempita di mana semua hal-hal baik menjadi satu. Semua orang banyak uang dan kenyang, pernak-pernik bau toko bertaburan di badan, sampai suasana pengen nangis karena maaf dan memaafkan.

Tak hanya itu, ada satu lagi yang paling ditunggu ketika lebaran datang. Apalagi kalau bukan tradisi-tradisi unik yang bikin Idulfitri makin terasa momennya. Entah itu makan-makan bersama keluarga besar, atau mungkin hal-hal yang bikin anak-anak kecil merasa jadi orang terkaya dunia; angpao lebaran.

Nah, yang unik dari tradisi ini, rata-rata hanya ada di Indonesia saja. Di negara-negara lain tak ditemukan tradisi serupa. Tak hanya makan bersama atau angpao lebaran, berikut adalah beberapa tradisi lebaran lainnya yang juga cuma ada di Indonesia.

Tradisi Nyekar Alias Ziarah ke Kuburan

nyekar

Tak hanya masjid, kuburan juga jadi tempat yang ramai saat lebaran tiba. Orang-orang berbondong-bondong mengunjungi makam sanak saudara dan mengirim doa. Memang ziarah makam bisa dilakukan kapan saja, tapi entah kenapa di momen lebaran aktivitas ini jadi jauh lebih punya kesan.

Alasannya sendiri karena jika biasanya kita hanya sendiri saat ziarah, kali ini semua anggota keluarga yang ikut. Tak hanya itu, kadang saudara yang jauh pun juga ikut bersama-sama ziarah. Momen haru seperti ini hanya bisa dilihat saat lebaran saja.

Bagi-Bagi Ketupat dan Apem

ketupat opor ayam dan apem

Tak ada makanan yang lebih ikonik dengan lebaran selain ketupat. Entah bagaimana awalnya, tapi secara turun temurun makanan ini seolah jadi ciri khas yang tak bisa hilang. Ketika lebaran tiba, memang banyak orang-orang yang membuat makanan ini kemudian dibagi-bagikan ke tetangga.

Tak hanya ketupat plus opor biasanya, makanan yang juga ikut dibagi-bagikan adalah apem. Kenapa apem? Menurut orang Jawa, makanan ini berarti permintaan maaf. Apem sendiri konon berasal dari bahasa Arab Afwun yang artinya maaf.

Kue-Kue Beraneka Ragam Ada di Setiap Rumah

Kue Lebaran

Selain ketupat, hal yang pasti ada saat lebaran adalah kue-kue lebaran yang biasanya disajikan di toples-toples. Rasanya memang tak ada satu rumah pun yang melewatkan hal ini. Bahkan orang yang paling tak mampu pun akan menyediakan kue-kue meskipun sederhana.

Hal yang unik dari tradisi ini adalah hampir setiap rumah itu kuenya tak sama persis. Di satu rumah ada rengginang di rumah lain tidak, dan sebagainya. Tradisi kue-kue lebaran ini sendiri sudah ada sejak zaman Wali Songo katanya.

Tradisi Keliling Kampung dan Meminta Maaf

Minta Maaf Keliling Kampung

Nah, tradisi satu ini juga jadi hal sangat ditunggu ketika lebaran. Berkeliling kampung lalu mampir ke setiap pintu rumah dan meminta maaf. Jika di hari biasa kita agak segan untuk meminta maaf, kali ini tak ada lagi sungkan. Setiap orang pasti akan kita mintai maaf.

Berkeliling tak hanya soal maaf, tapi juga mencari kesenangan tersendiri. Biasanya sih lewat kue-kue dan makanan. Belum lagi ada juga satu atau dua rumah yang kadang memberikan souvenir cantik. Sangat menyenangkan dan hanya akan terjadi di saat lebaran saja.

Kembang Api dan Petasan Lebaran yang Bikin Kangen

kembang api dan petasan

Masih ada satu lagi tradisi lebaran yang mungkin hanya bisa ditemui di Indonesia. Itulah petasan. Mungkin tradisi satu ini dilarang gara-gara banyak kejadian buruk ketika bocah-bocah terluka karena petasan. Tapi, sejak dulu lebaran itu selalu identik dengan yang namanya petasan.

Meskipun dilarang, pasti tetap ada yang membunyikan petasan. Bahkan kadang sampai malam. Keberadaan petasan sendiri sebenarnya tidak masalah asal bukan yang membahayakan. Justru ini bisa jadi hal yang bikin lebaran makin semarak.

***

Ituah tradisi unik lebaran yang hanya ada di Indonesia. Lebaran memang asyik, tapi di satu sisi juga menyedihkan. Bagaimana tidak, suasana ramadhan yang menyenangkan itu akhirnya pergi dan baru akan kita rasakan setahun lagi.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *