Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 13 September 2018

Filosofi Suguhan Spesial Berbahan Ketan dalam Pernikahan Adat Jawa


Filosofi Suguhan Spesial Berbahan Ketan dalam Pernikahan Adat Jawa

islamindonesia.id – Filosofi Suguhan Spesial Berbahan Ketan dalam Pernikahan Adat Jawa

 

Di Indonesia yang memiliki ragam kebudayaan terdapat pula ragam adat pernikahan. Tak hanya busana dan prosesi yang berbeda, menu sajian makanan di setiap pernikahan ternyata juga berbeda dan mengandung makna tersendiri.

Di pernikahan adat Jawa, ada beberapa manakan yang wajib ada karena memiliki makna dan filosofi tertentu. Makanan tersebut adalah makanan yang terbuat dari beras ketan seperti wajik, jadah, jenang (dodol) dan lemper. Masing-masing makanan ini memiliki filosofi yang begitu menarik dan sarat makna.

Jadah, jenang dan sejenisnya ini bahkan selalu ada di setiap pernikahan adat Jawa. Tak hanya ada dalam acara pernikahan, makanan-makanan yang terbuat dari beras ketan yang dimasak dengan proses cukup lama ini juga tidak ketinggalan untuk jadi makanan seserahan saat proses lamaran calon kedua pengantin.

Kenapa makanan dari olahan beras ketan penting ada di acara pernikahan? Berdasarkan nasihat para sesepuh, juga orang-orang yang paham dengan pernikahan adat Jawa, makanan seperti jadah, jenang dan wajik kerap menjadi suguhan pada acara pernikahan karena memang memiliki filosofi khusus. Sifat beras ketan yang lengket, diharapkan bisa menjadi pelajaran bagi setiap pengantin agar keduanya juga senantiasa lengket atau memiliki hubungan erat dan susah dipisahkan.

Artinya, suami istri yang baru saja mengikat perjanjian agung diharapkan berkaca kepada beras ketan. Lengket dan saling melengketkan diri serta sulit untuk dipisahkan. Begitulah kiranya mereka merajut rumah tangga. Langgeng abadi sampai mati. Karena satu sama lain saling rekat dan merekatkan diri. Tidak mudah putus atau bercerai ketika badai menghempas bahtera rumah tangga.

Terlepas dari itu semua, proses pembuatan makanan ini yang lama dan butuh kesabaran ekstra serta memerlukan kerja sama beberapa orang, menjadi pelajaran agar pasangan pengantin dalam pernikahannya nanti tidak mudah putus asa dalam membangun dan mengarungi rumah tangga. Diharapkan kedua pasangan pengantin selalu bekerja sama dan saling support antara satu dengan lainnya.

Itulah alasan kenapa jadah, wajik, jenang dan makanan lain berbahan ketan yang diolah menjadi kue atau makanan lain selalu ada saat digelar pernikahan adat Jawa.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *