Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 20 September 2018

Festival Tabut 2018 Puncaki Trending Topic Nasional


Festival Tabut 2018 Puncaki Trending Topic Nasional

islamindonesia.id – Festival Tabut 2018 Puncaki Trending Topic Nasional

 

Penyelenggaraan Festival Tabut 2018 resmi berakhir. Kegiatan ini ditutup Menteri Pariwisata Arief Yahya, Rabu (19/9/2018) malam. Acara penutupannya, bahkan mampu menguasai trending topic nasional.

Sejak Rabu malam pukul 20.28 WIB, tagar #PesonaFestivalTabut2018 duduk di daftar tertinggi trending topic. Tagar ini mengalahkan #AnakMudaBanten, dan #KUNFAYAKUNEPS49. Termasuk mengalahkan kehebohan comebacknya boyband Smash lewat #FENOMENATONIGHT.

Penutupan Festival Tabut lewat tagar #PesonaFestivalTabut2018 mendapatkan respon 5.060 tweets. Dengan jumlah impresi mencapai 14.629.420.

Apresiasi langsung diberikan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Menurutnya, festival ini memang juara.

“Selamat kepada Festival Tabut karena menjadi trending topic nomor 1 nasional. Secara kemasan, event ini memang layak sebagai yang terbaik. Sebab, ada banyak aspek luar biasa di sini. Saat bicara Bengkulu, pasti akan teringat Bunga Rafflesia Arnoldi yang sangat mendunia. Potensi inilah yang akan didorong,” terang Menpar.

Sukses menguasai trending topic menjadi gambaran serunya suasana penutupan festival. Event yang digelar sejak 10-20 September lalu, dipusatkan di Lapangan Merdeka (View Tower), Bengkulu. Parade seni dan budaya khas The Land of Rafflesia menjadi sajian utama penutupan.

Hasilnya, puluhan ribu pengunjung berkumpul di Lapangan Merdeka. Mereka bahkan masih bertahan meski hujan mengguyur Kota Bengkulu.

“Penyelenggaraan Festival Tabut ini luar biasa. Melihat kekuatannya, Festival Tabut langsung ditetapkan sebagai Top 100 untuk calendar of Event 2019. Jadi, mereka langsung masuk. Sebelumnya Festival Tabut ini pada event 2018 sudah melewati proses kurasi yang sangat ketat. Hebatnya, Festival Tabut mampu menjawab kepercayaan yang diberikan,” kata Menpar.

Kemasan rangkaian penutupan Festival Tabut memang layak diapresiasi. Sebelum malam puncak, pengunjung sudah dipanaskan dengan beragam kegiatan. Ada Tabut Naik Puncak, Arak gedang, Tabut Bersanding, dan Festival Telong Telong.

Semakin malam, suasana khas Melayu semakin kental. Apalagi setelah sajian Senandung Malam dihadirkan. Budaya daerah yang dijuluki The Land of Rafflesia pun semakin kuat dengan pertunjukan musik Dhol. Tema yang diangkat adalah Syair Nyanyian Karbala. Penonton benar-benar dibuat larut.

“Experience yang diberikan Festival Tabut ini luar biasa. Sangat unik dan penuh dengan makna filosofi,” ujar Menpar.

Sedangkan bagi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, event ini juga menjadi ajang silaturahmi. Selain tentunya memiliki daya ekonomi yang kuat.

“Penyelenggaraan event ini selalu ramai dan meriah. Potensi budaya dan aneka kearifan lokal disajikan semuanya di sini. Festival Tabut ini memang memiliki daya ekonomi luar biasa. Event ini juga menjadi ajang silaturahmi terbaik. Yang jelas, pariwisata Bengkulu terus menggeliat dan jadi potensi investasi terbaik,” jelasnya.

Sekadar informasi, tradisi Tabut merupakan ritual simbol peringatan kesyahidan Imam Husein cucu Rasullulah bersama keluarga dan para sahabatnya di padang Karbala. Maka lokasi kegiatan ini pun disamakan namanya yaitu Padang Karbala yang terletak di Kelurahan Kebun Tebeng Bengkulu.

Tradisi Tabut Bengkulu ini dirayakan setiap tanggal 1 sd 10 Muharram setiap tahunnya. Ada 13 Prosesi Ritual Tabut Bengkulu, dimulai dengan Doa Keselamatan pada akhir bulan Dzulhijjah mengawali prosesi perayaan tanggal 1 sampai dengan 10 Muharam. Prosesi selanjutnya Ambik (Ambil) Tanah, sebagai simbol manusia berasal dari tanah dan kembali ke tanah. Prosesi ini dilaksanakan dengan hikmat oleh Kerukunan Keluarga Tabut sebagai pewaris tradisi Syiah di bumi Nusantara ini.

Tradisi Syiah ini dibawa pertama kali masuk oleh Syech Maulana Ikhsad ke Bumi Raflessia 696 Tahun yang lalu bersama 12 orang kerabatnya.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *