Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 11 May 2017

Dirjen Kemendikbud Hilmar Farid: Bangsa Besar Tak Boleh Lupakan Akar Budaya


Dirjen Kemendikbud Hilmar Farid Bangsa Besar Tak Boleh Lupakan Akar Budaya

islamindonesia.id – Dirjen Kemendikbud Hilmar Farid: Bangsa Besar Tak Boleh Lupakan Akar Budaya

 

Sebagai anak bangsa, masyarakat Indonesia jangan sampai lupa akar budayanya. Utamanya budaya peninggalan nenek moyang yang memiliki nilai kearifan lokal, adi luhung, dan yang telah eksis di Tanah Air sejak ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu.

Demikian ditegaskan Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Hilmar Farid, Selasa (9/5/2017) lalu, kepada wartawan seusai membuka Festival Seni Karawitan Pelajar, dan pembukaan Festival Aneka Permainan Tradisional Anak di Kabupaten Wonogiri.

Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid, merasa prihatin ketika didapati banyak kekayaan budaya lokal, termasuk seni tradisi di Tanah Air, yang kini telah dilupakan dan bahkan ditinggalkan oleh anak bangsa.

”Banyak budaya di Tanah Air ini, yang telah ditinggalkan. Padahal, manakala kebudayaan lokal sampai ditinggalkan, ibaratnya akan menjadikan anak bangsa tercabut dari akar budayanya,” ujarnya.

Sebaliknya, tambah Dirjen, manakala anak bangsa tetap mau melestarikannya, dia akan mengetahui sejarah tentang jati diri dari mana dia hidup, dan harus kemana perjalanan hidup yang perlu ditempuh ke depannya.

”Ini penting untuk diketahui, agar paham untuk menentukan arah harus kemana ke depannya, dengan tetap berpijak pada akar budayanya,” jelas Dirjen.

Dirjen memberikan apresiasi terkait dengan digelarnya Festival Seni Karawitan Pelajar di Wonogiri. Hal ini, tandas Dirjen, menjadi bentuk interaksi pelajar dengan seni budayanya. ”Kesempatan seperti ini, harus dijadwalkan rutin, dan sangat baik bila dapat dibentuk di sekolah mereka masing-masing,” tegasnya.

Upacara pembukaan Festival Seni Karawitan Pelajar tingkat Kabupaten Wonogiri, dipusatkan di pendapa Kabupaten Wonogiri, ditandai dengan peniupan ‘empet’ (sempritan yang terbuat dari bambu) bersama yang dipimpin Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid, bersama Direktur Kerpercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi Kemendikdub, Sri Hartini, didampingi Bupati Joko Sutopo dan Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Wonogiri, Siswanto.

Kabid Kebudayaan Mulyanto, menyatakan, Festival Seni Karawitan Pelajar tahun 2017 ini, digelar dalam rangka memeriahkan peringatan hari jadi Kabupaten Wonogiri Ke 276 tahun 2017. ”Diikuti sebanyak 27 group seni karawitan dari jenjang pendidikan SMP/SMA sederajat,” jelas Kabid Kebudayaan Mulyanto.

Sementara Ketua Paitia Festival Permainan Tradisional Anak dari Kemendikbud, Dewi Indrawati, menyatakan, ada sebanyak 750 siswa SD dan SMP serta dari anak-anak penyandang kebutuhan khusus, ikut dalam festival yang digelar di alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri ini.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *