Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 12 November 2017

BUDAYA – Sambut Bulan Maulid, Perayaan Sekaten Digelar di Yogyakarta


058399700_1481518549-IMG20161123134644

islamindonesia.id – BUDAYA -Sambut Bulan Maulid, Perayaan Sekaten Digelar di Yogyakarta

 

Menyambut kedatangan bulan penanggalan Jawa, Maulud (Maulid),  perayaan tahunan berbasis budaya lokal ‘Sekaten’ resmi dimulai Yogyakarta, 10 November. Hal ini ditandai dengan pembukaan Pasar Malam Perayaan Sekaten 2017   oleh Wakil Gubernur  Yogyakarta, Sri Paduka Paku Alam X.

Menurut media setempat, Kedaulatan Rakyat, perayaan tahunan ini akan berlangsung 20 hari ke depan, 30 November atau 11 Maulud. Selain pasar malam, upacara ritual di Kraton Yogyakarta akan digelar seperti saban tahun. Upacara ini dilaksanakan selama tujuh hari,  sejak  5 Mulud sore hari sampai dengan 11 Mulud tengah malam.

Dalam sejarahnya, upacara Sekaten diselenggarakan untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 12 Rabiul Awal. Dan dalam kalender Jawa, Rabiul Awal disebut sebagai bulan Maulud.

“Saat ini, keberadaan Sekaten semakin berkembang yakni sebagai sarana olah budaya religi, tapi juga sekaligus olah ekonomi untuk rakyat,” jelas Suparno, Kasi Atraksi Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, 12 November. “Artinya, Sekaten menjadi penegas bahwa budaya dan religi bisa berjalan beriringan tanpa mengotakkan satu sama lain.”

Meski digelar tiap tahun, Sekaten tahun ini bakal tetap berusaha menjaga relevansi dinamika masyarakat masa terkini. Karenanya, bagi para wisatawan yang kerap berkunjung ke Sekaten pada tahun-tahun sebelumnya, tak ada salahnya untuk menyambangi kembali perayaan yang sarat dengan nilai kebudayaan ini.

Adapun, acara puncak Sekaten ini ditandai dengan Grebeg Muludan yang diadakan pada tanggal 12 Rabiul Awal. Dengan dikawal prajurit Kraton, sebuah gunungan yang terbuat dari beras ketan, buah-buahan serta sayur-sayuan akan dibawa dari istana Kemandungan menuju masjid Agung.  Setelah didoakan, gunungan yang melambangkan kesejahteraan kerajaan Mataram ini dibagikan kepada masyarakat yang hadir.

 

YS/ Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *