Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 17 June 2012

Wapres: Islam di Indonesia Adalah Islam Damai


Ambon – Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia seyogyanya mampu menunjukkan kepada dunia bahwa Islam di Indonesia adalah Islam yang damai, toleran dan sekaligus mampu menggugah penganutnya untuk terus maju dalam menggapai kehidupan yang sejahtera dan adil.

Hal tersebut disampaikan Wakil Presiden RI Boediono pada malam penutupan Musabaqah Tilawatil Quran Nasional ke-24 di Ambon, Jumat (15/6) malam. “Al-Quran mengamanatkan kepada untuk tidak memubazirkan, apalagi merusak, karunia Allah dalam bentuk kekayaan alam yang melimpah di negeri kita. Al-Quran dan Sunnah Rasul juga mengajarkan kepada kita menjadi bangsa yang selalu bersikap optimis. Kepada kita diajarkan etos kerja yang positif karena Islam meminta untuk tidak melupakan nasib di dunia di samping tentunya menabung amal untuk kehidupan ukhrawi,” paparnya.

Dalam situasi bagaimanapun dan menghadapi tantangan apapun, menurutnya, kaum Muslim diajarkan untuk tetap percaya diri, percaya terhadap bimbingan dan lindungan Allah SWT. Masih banyak kekurangan dalam kehidupan bangsa kita yang harus di benahi. Tetapi, kata dia, dalam mengkritisi diri jangan sampai kehilangan kepercayaan diri, sehingga sebagai bangsa bersama-sama pasti bisa mengatasi tantangan apapun.

“Dengan hati yang bersih, niat yang ikhlas, dan langkah-langkah yang rasional, marilah kita bersama-sama menjaga rahmat Allah yang dilimpahkan kepada kita dan membangun negeri tercinta ini sesuai arahan wahyu Allah menuju sebuah negeri yang makmur dibawah ampunan dan ridho-Nya,” ujarnya.

Ia juga mengemukakan MTQ kali ini tidak hanya merupakan berkah bagi masyarakat Kota Ambon dan Maluku, tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia. Dari sini ditunjukkan bahwa kebersamaan dapat menghasilkan karya besar. Disini umat dari berbagai agama dan keimanan bahu-membahu dan dengan sikap saling menghormati telah dapat menyelenggarakan sebuah peristiwa keagamaan yang penting bagi umat Islam.

MTQ Nasional ke-24 ini adalah ajang untuk berinteraksi dan saling mengenal. Di sini ditunjukkan bahwa masyarakat Indonesia adalah bangsa besar dan beradab. “Sejarah menunjukkan bahwa tidak ada bangsa besar yang dapat membangun peradaban tanpa kebersamaan. Tidak ada kebersamaan tanpa pengenalan terhadap sesama yang terlibat. Tidak ada pengenalan kalau masing-masing tidak pernah bertemu, berinteraksi dan saling membuka hati,” tutup Wapres.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *