Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 08 December 2016

Wali Kota New York Muak Polisi Muslimah Diancam, Kang Emil Sesalkan Ormas Bubarkan Natal di Bandung


aml-elsokary

islamindonesia.id – Wali Kota New York Muak Polisi Muslimah Diancam, Kang Emil Sesalkan Ormas Bubarkan Natal di Bandung

 

Seorang Muslimah yang sedang tidak bertugas sebagai polisi New York bersama putranya (16) menjadi korban ‘kejahatan kebencian’ (hate crime) yang dilakukan pria berkulit putih. Dari laporan Nydailynews.com (4/12), ketika itu Aml Elsokary mengenakan hijab tanpa seragam kepolisian menurunkan putranya dari mobil sebelum ke tempat parkir terdekat.

Setelah memarkir mobilnya, Elsokary kembali ke tempat anaknya dan ketika itulah seorang pria, Chistopher Nelson (30), melakukan aksinya.

“ISIS! Saya akan tebas lehermu, pulanglah ke negerimu!,” teriak pria itu kepada mereka berdua.

Imam Shamsi Ali: Di AS, Semakin Islam Ditekan Semakin Bersinar

Sang pelaku pun sempat melarikan diri sebelum akhirnya ditangkap oleh aparat kepolisian setempat. Nelson didakwa telah melakukan kejahatan kebencian dan gangguan berlebihan.

Elsokary yang telah bertugas di kepolisian selama 11 tahun adalah salah seorang dari 900 Muslim di departemen kepolisian terbesar di negara itu.

Pada tahun 2014, ia memperoleh penghargaan karena menyelamatkan seorang gadis muda dan neneknya dari gedung yang terbakar. “Saya menjadi seorang perwira polisi untuk menunjukkan sisi positif dari seorang wanita Muslim New York,” kata Elsokary kepada wartawan.

“Saya lahir dan dibesarkan di sini, dan saya di sini untuk melindungi Anda.”

Wali kota Bill De Blasio, tokoh Partai Demokrat, mengatakan dalam konferensi pers tentang keyakinannya bahwa lonjakan dalam laporan kejahatan kebencian merupakan dampak atas kemenangan Trump

“Ini adalah negaranya, ia juga orang Amerika, ia warga New York dan ini adalah rumahnya,” kata de Blasio

Ia menambahkan, “Kita bisa kehilangan nyawa karena hal ini. Saya muak ketika saya mendengar bahwa salah satu petugas kami menjadi sasaran ancaman dan ejekan hanya karena imannya,” kata wali kota itu.

ANALISIS – Cak Nun, Trump dan Kepemimpinan Para Pendobrak

Beberapa hari setelahnya (6/12), di Bandung-Indonesia,  umat Kristiani juga mendapatkan perlakuan diskriminatif dari kelompok yang mengaku sebagai Pembela Ahlusunnah – mazhab Islam mayoritas di Indonesia. Mereka memasuki  gedung Sabuga, Bandung, dan menghentikan kegiatan latihan paduan suara panitia kebaktian dan jemaat Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR).

Menurut kronologi yang dirilis beritasatu.com (7/12), perwakilan ormas, Mohammad Roin Balad, memaksa panitia mengakhiri acara dengan alasan kegiatan kebaktian harus digelar di gereja, bukan gedung umum.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang sedang berada di luar kota mengirimkan pernyataan resmi terkait insiden di Sabuga ini. Menurut Wali Kota yang akrab disapa Kang Emil ini, “Selama sifatnya insidentil, tidak ada masalah dengan kegiatan keagamaan yang menggunakan bangunan publik seperti gedung Sabuga.”

Hak beribadah, lanjut Kang Emil, adalah hak fundamental warga Indonesia yang dijamin oleh Pancasila dan UUD 1945.

“Menyesalkan kehadiran dan intimdasi Ormas keagamaan yang tidak pada tempatnya dan tidak sesuai dengan peraturan dan semangat Bhineka Tunggal Ika,” katanya seperti dilansir pikiran-rakyat.com.[]

Dinilai Gunakan Tempat Umum, Ormas ‘Bubarkan’ KKR Natal di Bandung

 

YS / islam indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *