Satu Islam Untuk Semua

Wednesday, 22 February 2017

Usai Sowan ke Gus Mus, Pasutri Ini Akan Bersepeda Hingga Kairo Sebar Pesan Perdamaian


Sepeda Rem

islamindonesia.id – Usai Sowan ke Gus Mus, Pasutri Ini Akan Bersepeda Hingga Kairo Sebar Pesan Perdamaian

 

Berangkat dari Malang pada Desember 2016, sepasang suami istri, Hakam Mabruri (34) dan Rofingatul Islamiah (34) mulai mewujudkan niatnya untuk berkeliling berbagai negara dengan bersepeda tandem. Perjalanan dimulai dengan rute ke makam Wali Songo, berziarah ke makam Sunan Ampel (Surabaya), Sunan Gresik, Sunan Giri (Gresik), Sunan Bonang (Tuban), Sunan Drajat (Lamongan), Sunan Muria, Sunan Kudus, Sunan Kalijaga (Demak) dan Sunan Gunung Jati (Cirebon).

Hakim mengatakan, tujuan berziarah untuk membawa spirit Wali Songo yang menyebarkan agama Islam dengan penuh kesantunan, sehingga tidak ada kekerasan dan mencegah perpecahan antarumat beragama.

“Kami juga sowan ke kiai atau tokoh-tokoh NU. Kami tahu NU itu moderat dan toleran. Seperti sekarang, kami sowan ke Gus Mus (KH Ahmad Mustofa Bisri, red.). Semoga menjadi inspirasi bagi kami dalam menempuh perjalanan ini,” katanya saat sowan ke kediaman Gus Mus.

Hingga di kediaman Gus Mus, Rembang, Hakam dan istrinya itu, menempuh perjalanan dengan bersepeda selama 70 kilometer setiap hari. “Perjalanan ini, InsyaAllah akan sampai Kairo (Mesir),” ujar Hakam

Bobot sepeda tendem Hakam sekitar 20 kilogram, adapun bekal yang dibawa sekitar 50 kilogram. Sepeda ini sebelumnya dicustom oleh pabrik yang mendukung misinya.

“Jadi disesuaikan dengan berat badan saya dengan istri yang masing-masing sekitar 45 kilo,” katanya.

Selain keduanya belatarbelakang santri, Hakam juga aktif dalam Gerakan Pemuda Ansor Malang. Ia mengaku telah menyiapkan diri selama beberapa bulan, termasuk fisik, mental, dokumen dan logistik selama perjalanan.

Pengalaman sebelumnya, pada 2012 atau sebelum menikah, ia sudah pernah keliling ASEAN juga dengan bersepeda.

“Tahun 2012 saya pernah keliling ASEAN guna kampanye penyelamatan penyu. Saya mengajak warga untuk tidak mengonsumsi telur penyu. Penyu itu memakan racun di laut. Kalau penyunya hilang, racun di laut siapa yang makan. Nelayan jadi terancam racun, kan kasihan,” ujarnya mengenang.

Hakam yang saat ini masih kuliah di Universitas Islam Raden Rahmat Malang mengaku akan membawa pesan perdamaian ke semua agama dan suku di negara-negara yang dilintasi. Ia akan membagikan brosur berisi ajakan hidup damai, membangun toleransi dan merawat keberagaman.

Kampanye akan dilakukan melalui sejumlah kelompok agama. Komunitas sepeda dan Peace Generation beranggotakan komunitas agama yang tersebar di seluruh dunia akan membantu mereka berinteraksi.

“Kami yakin ada sisi yang sama dari antarumat beragama. Kami percaya mereka yang beragama ini menyembah Tuhan yang Esa. Itu yang akan kami tebar sebagai perajut perdamaian antarumat beragama,” katanya.

 

 

YS/ islam indonesia/ sumber: krjogja.com

 

One response to “Usai Sowan ke Gus Mus, Pasutri Ini Akan Bersepeda Hingga Kairo Sebar Pesan Perdamaian”

  1. akuSinten says:

    Good inspirations…. hehehe….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *