Satu Islam Untuk Semua

Saturday, 28 January 2017

Tumbuhkan Sikap Toleran, Ratusan Pelajar Lintas Agama Rayakan Imlek Bersama di Bale Paseban


Tumbuhkan Sikap Toleran, Ratusan Pelajar Lintas Agama Rayakan Imlek Bersama di Bale Paseban

islamindonesia.id – Tumbuhkan Sikap Toleran, Ratusan Pelajar Lintas Agama Rayakan Imlek Bersama di Bale Paseban

 

Ratusan pelajar Purwakarta dengan latar belakang agama dan keyakinan berbeda-beda berkumpul di Bale Paseban, kompleks Sekretariat Daerah Kabupaten Purwakarta di Jalan Gandanegara No 25, Jumat (27/1/2017).

Kedatangan mereka ini dalam rangka turut meramaikan perayaan Hari Raya Imlek 2568 yang jatuh pada Sabtu (28/1/2017).

Kegiatan yang dikemas melalui acara makan siang bersama alias botram ini diinisiasi oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi untuk menumbuhkan sikap toleransi antar suku dan golongan bahkan antar lintas agama dan kepercayaan.

Tak kurang dari 500 pelajar mengikuti kegiatan botram dengan menu makanan khas Purwakarta, Sate Maranggi ini.

Di sela kegiatan tersebut, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi sempat memanggil salah seorang pelajar keturunan Tionghoa untuk menceritakan kepada pelajar lain yang hadir tentang persiapan peringatan Hari Raya Imlek yang biasa dilakukan oleh keluarganya.

David (16), siswa asal SMA PGRI Purwakarta itu berkesempatan menceritakan pengalamannya dari tahun ke tahun saat merayakan Tahun Baru Cina ini.

Ia berujar sangat terkesan dengan kue keranjang dan angpao yang dibagikan dalam perayaan tersebut. Selain itu, dalam tradisi keluarga David, selalu diajarkan nilai-nilai yang terkandung dalam tata cara peribadatan agama yang mereka anut saat perayaan Tahun Baru Imlek ini.

Kegiatan ini mendapat respon positif dari pemuka Agama asal Purwakarta, Habib Hasan Syu’aib. Kiai yang menjadi sesepuh di Mesjid Agung Baing Yusuf Purwakarta ini mengatakan, tradisi saling menghormati perayaan tradisi maupun perayaan momentum keagamaan sudah tercipta sejak dulu di Purwakarta.

Bahkan, ia pun sempat berujar, tidak ada salahnya mengucapkan selamat atas perayaan tradisi ataupun perayaan keagamaan agama lain yang tidak dianut oleh pengucapnya.

“Semenjak saya kecil, suasana saling menghormati sudah tercipta di Purwakarta, kami saling mengucapkan perayaan tradisi maupun peringatan hari keagamaan agama lain,” ujar Kiai sepuh berusia 80 Tahun tersebut.

Khusus perayaan Hari Raya Imlek, Kiai yang akrab disapa Abah Habib itu menceritakan pengalaman masa kecilnya. Ayah Abah Habib memiliki seorang sahabat Tionghoa bernama Abah Tong Cheh yang selalu memberikan dodol imlek saat Abah Habib dan keluarganya datang mengucapkan Selamat Hari Raya Imlek.

“Saya ingat ada Abah Tong Cheh, teman karib Abah saya, rajin sekali memberi dodol imlek pada setiap orang yang datang mengucapkan Selamat Hari Raya Imlek, saya dan keluarga pernah diberi juga,” kenang Abah Habib.

Kegiatan ‘Botram’ serupa pernah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam rangka launching program membaca Kitab Kuning bagi pelajar beragama Islam dan pendalaman kitab agama sesuai dengan agama dan keyakinan yang dianut oleh para pelajar.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *