Satu Islam Untuk Semua

Tuesday, 15 August 2017

Tingkatkan Program Rudal, Iran Alokasikan Anggaran Hingga Rp 7 Triliun


Simorgh rocket is launched and tested at the Imam Khomeini Space Centre, Iran, in this handout photo released by Tasnim News Agency on July 27, 2017. Tasnim News Agency/Handout via REUTERS

islamindonesia.id –  Tingkatkan Program Rudal, Iran Alokasikan Anggaran Hingga Rp 7  Triliun

 

Parlemen Republik Islam Iran menetapkan penambahan alokasi anggaran pertahanan negara – di antaranya peningkatan program rudal – hingga dua ribu miliar toman atau setara dengan tujuh triliun rupiah. Ketetapan dicapai setelah mayoritas suara parlemen menyepakati paket rancangan undang-undang anggaran pertahanan ini. “Orang Amerika harus mengerti bahwa ini tindakan pertama kami,” kata Pimpinan Parlemen Ali Larijani ketika menutup pemungutan suara, 13 Agustus, yang disambut teriakan “mati Amerika (Serikat)” oleh anggota parlemen.

Media setempat, Parstoday melaporkan, kekuatan pertahanan Iran diatur berdasarkan strategi keamanan mengingat ancaman kerap membayangi perbatasan nasional Iran dikarenakan posisi geografis dan geopolitik negara Mulla ini. Karena itu, Kepala Pusat Penelitian Parlemen Iran Kazem Jalali menegaskan, strategi ini bukan ancaman bagi negara-negara lain, namun kekuatan pencegahan dalam menghadapi ancaman. “RUU tersebut didukung oleh kementerian luar negeri dan pemerintah, serta merupakan bagian dari tindakan oleh komite pengawasan JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif) untuk menghadapi undang-undang Kongres AS baru-baru ini,” tambah Wakil Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.

Seperti diketahui, JCPOA mengacu pada kesepakatan nuklir 2015 antara Tehran dan negara-negara pemegang hak veto plus Jerman atau 5+1. Di dalam kesepakatan itu, Iran menyetujui pembatasan ketat program nuklirnya dengan imbalan pelonggaran sanksi.

Terakhir, Amerika dinilai tidak menepati kewajiban-kewajibannya dalam kesepakatan itu. Amerika dianggap membentuk mekanisme untuk menghapus kekuatan rudal Iran dengan cara melemparkan tuduhan bahwa rudal-rudal balistik negara ini mampu membawa hulu ledak nuklir. Amerika juga berusaha untuk mengurangi pengaruh kekuatan Iran di Timur Tengah dengan cara melontarkan tuduhan bahwa Iran mendukung terorisme di kawasan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, serangan rudal Iran taranyar digelar pada Juni lalu. Dari negeri Mulla itu, rudal diluncurkan melintasi udara Irak hingga mengenai markas kelompok militan ISIS di Deir El Zor Suriah. Serangan ini merespon aksi brutal ISIS  di Gedung Parlemen Iran yang mengakibatkan belasan korban tewas.

Panglima Tertinggi Seluruh Korps Angkatan Bersenjata Iran Ali Khamenei mengatakan, pihaknya tidak mengenal batas untuk memperluas industri pertahanan, namun senjata-senjata pemusnah massal seperti senjata kimia dan senjata nuklir adalah dilarang berdasarkan prinsip-prinsip keyakinan dan agama. Dengan kapasitas kekuatan pencegahan, bahkan penyerangan, bersandar pada kemampuan militernya sendiri, Iran akan berdiri melawan ancaman dan gerakan-gerakan instabilitas di kawasan.

 

 

YS/ Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *