Satu Islam Untuk Semua

Friday, 16 December 2016

Tersangka ‘Bom Panci’ Mengaku Belajar Islam via Facebook


563909_620

Islamindonesia.id – Tersangka ‘Bom Panci’ Mengaku Belajar Islam via Facebook

 

Dalam wawancara dengan stasiun televisi TV One (13/12), tersangka teroris Dian Yulia Novi mengaku pertama kali mengenal ajaran Islam “radikal” lewat media sosial Facebook. Sejak menganal ajaran ini, Dia yang sebelumnya berhijab tanpa cadar ini rela menjadi “pengantin” dan siap melakukan aksi bom bunuh diri.

“Kurang lebih selama satu tahun saya aktif di Facebook. Namun saya tidak ikut grup apa pun. Saya hanya menyimak dan semakin penasaran. Karena itu, saya memberanikan untuk bertanya,” kata Dian yang kini menggunakan cadar.

Ketertarikan Dian pada ajaran “radikal” ketika masih menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di Singapura. Ketika itu, Dian mengaku telah mengenakan hijab, tapi belum bercadar. Dengan mengikuti sejumlah status di Facebook Dian kemudian mempelajari paham radikalisme ini

“Semua saya terapkan. Semua itu bukan dalam bentuk buku, tapi dalam bentuk artikel dan audio voice. Kalau video tidak ada,” kata Dian.

Selain status, Dian juga rajin membaca artikel-artikel yang disebar di Facebook. Dian mengaku selama setahun ini telah mengoleksi banyak artikel-artikel tersebut. Selain soal jihadis, Dian mengaku belajar seputar muamalah, fiqih, akidah, dan sejarah Islam via Facebook.

Lewat media sosial jugalah, Dian berkenalan dengan Nur Solihin. Pria yang juga jadi tersangka terorisme itu menikahi Dian tiga bulan lalu, tepatnya pada Oktober. Dian mengaku hubungannya berlanjut lewat telegram setelah dikenalkan seseorang. Nur Solihin dan Agus Suproyadi ikut ditangkap dalam kasus bom panci ini.

“Kami tidak taaruf, kami juga tidak bertukar foto. Saya ikhlas berniat untuk mencari rida Allah. Saya juga belum tahu wajah Aa (panggilan Solihin) sebelumnya. Saya yakin saja,” ucap Dian.

Meski begitu, Dian mengetahui Solihin sudah beristri dan memiliki anak. Pernikahan pun tetap dilangsungkan tanpa wali. Bahkan, Dian tidak hadir dalam prosesi pernikahannya, sosoknya hanya diwakilkan.

“Saya serahkan semuanya kepada Aa. Saya diwakilkan. Saya tidak tahu siapa yang wakilkan. Sebelum nikah, Aa bilang, ‘Neng, sebentar lagi pernikahan akan dilaksanakan’,” tutur Dian.

Seperti diberitakan, Dian adalah tersangka teroris yang ditangkap Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri (Densus 88) di Bintara Jaya, Bekasi, Sabtu, 10 Desember 2016.

Menurut polisi, sebuah bom yang dikemas dalam panci siap diledakkan pada Minggu, 11 Desember 2016, saat upacara pergantian penjaga Paspampres di Istana Presiden. Selain meringkus Dian, polisi menangkap dua laki-laki, yakni Nur Solihin dan Agus Supriyandi, di sekitar Kalimalang.[]

 

 

YS / islam indonesia/ sumber: tempo.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *