Satu Islam Untuk Semua

Saturday, 04 August 2018

Ternyata Ini Beda Tagar #Harlah dan #Ultah Gus Dur


Ternyata Ini Beda Tagar #Harlah dan #Ultah Gus Dur

islamindonesia.id – Ternyata Ini Beda Tagar #Harlah dan #Ultah Gus Dur

 

Ribuan twit yang dikirimkan warganet Tanah Air hari ini (4/8/2018), membuat tagar #TerimaKasihGusDur memuncaki trending Twitter selama beberapa jam.

Bukan rahasia lagi, meski Gus Dur telah berpulang sejak 2009 silam, kiprahnya tetap dikenang karena sepanjang hidupnya hanya mengabdikan diri untuk masyarakat, bangsa dan negara. Tak heran bila di hari ulang tahunnya, sejumlah tokoh dan warganet coba mengungkapkan rasa terima kasih atas jasa pria kelahiran Jombang itu.

Namun mungkin tak banyak yang tahu bahwa perayaan ulang tahun atau hari lahir Gus Dur ini memang diselenggarakan dua kali dalam setahun. Bagaimana ceritanya?

Situs Wikipedia menyebutkan, Gus Dur atau Abdurrahman Wahid lahir pada 7 September 1940 di Jombang, Jawa Timur. Namun ada juga sebagian orang yang menyebut Gus Dur lahir pada 4 Agustus 1940. Mana yang benar?

Menjawab kebingungan yang terjadi di benak warganet, putri sulung Gus Dur, Alissa Wahid dalam akun twitternya pada 7 September 2017 sudah pernah memberikan penjelasan.

“#UltahGusDur hari ini? Iya. 7 September, hari ulang tahun yang asli.  4 Agustus itu hari ulang tahun yang legal.”

Itulah sebabnya saat tanggal 4 Agustus, di Twitter akan muncul tagar #HarlahGusDur, sementara saat 7 September, tagar yang diberikan adalah #UltahGusdur.

Pasalnya, saat masuk Sekolah Dasar, Gus Dur sendiri sempat menyebutkan tanggal lahir yang salah kepada gurunya.

“Namamu siapa Nak?” tanya guru tersebut.

“Abdurrahman,” jawab Gus Dur.

“Tempat dan Tanggal Lahir?” tanya gurunya lagi.

“Jombang…..,” sahut Gus Dur terdiam beberapa saat. “Tanggal empat, bulan delapan, tahun 1940,” lanjut Gus Dur agak ragu sebab dia menghitung terlebih dahulu bulan kelahirannya.

Gus Dur hanya hafal bulan Komariahnya (Hijriah), namun lupa hitungan Syamsiahnya (Masehi).

Ternyata, yang Gus Dur maksud, dia lahir bulan Sya’ban, bulan kedelapan dalam hitungan Hijriah. Tetapi sang guru menganggap Gus Dur lahir bulan Agustus, bulan kedelapan Masehi.

Maka sejak saat itu, Gus Dur dianggap lahir pada tanggal 4 Agustus 1940.  Padahal sebenarnya dia lahir pada 4 Sya’ban 1359 H atau 7 September 1940.

Namun seperti yang dikatakan Alissa Wahid, dua-duanya asli dan legal atau sah. Maka Alissa pun menuliskan #HarlahGusDur di twitternya, hari ini, Jumat (4/8/2018).

“Selamat ulangtahun, pak. Walau untukmu itu tidak penting sama sekali, ini salah satu momen kami mensyukuri hadirmu dalam perjalanan bangsa ini. #TerimaKasihGusDur #HarlahGusDur.”

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *