Satu Islam Untuk Semua

Friday, 11 November 2016

Terkait Kasus Ahok, Ketua Umum PP Muhammadiyah: Perlu Lapang Hati


haedar.nashir

islamindonesia.id — Terkait Kasus Ahok, Ketua Umum PP Muhammadiyah: Perlu Lapang Hati

Dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terus mencuatkan polemik di tengah masyarakat. Menanggapi polemik ini, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengajak umat Islam untuk menahan diri dan tidak emosional.

“Dalam suasana yang demikian, diperlukan sikap sabar yang super ekstra. Maka, sungguh diperlukan sikap lapang hati untuk saling menahan diri. Jangan terus saling menyudutkan, menyalahkan dan menegasikan satu sama lain,” kata Haedar di Jakarta, Kamis (10/11).

Dia mengatakan umat Islam, termasuk warga Muhammadiyah, saat ini benar-benar diuji. Dalam menghadapi kasus Ahok, bukan hanya banyak yang beda cara dan strategi, tetapi mungkin juga ada yang beda pemahaman atau pandangan. Kondisi seperti ini sering terjadi dalam kehidupan umat Islam di manapun sepanjang sejarah.

Umat Islam, kata Haedar, agar menghindari ujaran dan tindakan yang dapat saling mencedarai hati satu sama lain. Jauhi tindakan yang dapat merugikan sesama umat Islam sendiri. Marwah atau kehormatan Islam sungguh dipertaruhkan dalam menghadapi situasi pelik seperti sekarang ini.

Haedar mengimbau berbagai kalangan umat untuk mementingkan sikap menahan diri sebagaimana tuntunan Nabi, karena tantangan umat Islam sungguh berat. Jika di tubuh umat sendiri sudah centang peranang, maka akibatnya menjadi tidak elok. Sebaiknya Muslim mempraktikkan ukhuwah dan akhlak mulia ke dalam dan ke luar di kala menghadapi ujian berat seperti ini.

Beda paham dan pandangan, kata dia, dapat membuat masalah kian rumit dan sering sulit dipertemukan. Lebih-lebih bila masuk unsur politik di dalamnya. “Sungguh saat ini sesama umat Islam diuji kesabaran dan ketabahan diri. Buktikan ukhuwah Islam seiman di kala susana berat seperti ini. Para tokoh Islam juga diharap dapat saling tasamuh (toleransi) dan menenangkan suasana dengan menyiramkan air sejuk di hati umat,” kata dia.

Dia juga berharap masyarakat tidak memanfaatkan media sosial sebagai ajang untuk memanaskan hati dan suasana. “Semuanya diharapkan lebih seksama, bertabayun (melakukan kroscek) dan bersabar. Jangan mudah terpancing dan terprovokasi, agar umat Islam keseluruhan tetap terjaga,” kata dia.

 

AJ / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *