Satu Islam Untuk Semua

Friday, 21 October 2016

Terkait Kanjeng Dimas, Ini Kata Prof Quraish Shihab Soal Sihir


quraish shihab, tafsir, al maidah 51, ahok

IslamIndonesia.id – Terkait Kanjeng Dimas, Ini Kata Prof Quraish Shihab Soal Sihir

Dengan berjubah serba putih, Kanjeng Dimas Taat Pribadi membaca ‘wirid’ sejenak lalu meletakkan kedua tangannya di belakang tubuhnya yang sedang duduk di atas kursi. Hanya dalam hitungan detik, tangannya yang semula tak memegang sesuatu apapun kemudian mengeluarkan sejumlah uang kertas seratus ribuan dari belakangnya. Sejumlah uang yang ada di tangannya itu pun dilemparkan begitu saja ke lantai. Hal demikian dilakukan berulang-ulang, hingga beredar foto dan video yang menggambarkan bertumpuk-tumpuk uang di sekeliling tubuhnya.

Tak sedikit yang percaya bahwa Kanjeng Dimas memang memiliki kesaktian menggandakan uang, karena itu ia memiliki banyak pengikut dari berbagai kalangan. Sebagaimana tidak sedikit juga orang yang meyakini bahwa apa yang Taat Pribadi lakukan adalah sihir dan termasuk – seperti kata Mahfud MD – syirik. Sebenarnya apakah defenisi sihir dalam dunia Islam itu?

“Sihir itu remang-remang, tidak jelas,” kata Prof. Quraish Shihab ketika menjelaskan makna sihir dalam kisah Musa, Penyihir dan Firaun di Surah Al A’raaf.

Penulis Tafsir Al Misbah ini mengatakan bahwa kata ‘sihir’ berasal dari bahasa Arab yaitu ‘sahar’. Artinya, akhir waktu malam dan awal terbitnya fajar. Saat itu bercampur antara gelap dan terang, sehingga segala sesuatu menjadi tidak jelas atau tidak sepenuhnya jelas. Demikian itulah sihir. Terbayang oleh seseorang sesuatu padahal sesungguhnya ia tidak demikian. Ia menduga terjadi sesuatu, tetapi dugaan itu keliru. Matanya melihat sesuatu, tetapi sebenarnya hanya matanya yang melihat demikian.

Mereka yang disebut sebagai tukang sihir, kata Quraish Shihab, sejatinya menyihir mata, hingga terbayang  di mata orang lain bahwa sesuatu itu bergerak walau sebenarnya tidak bergerak.

“Yang jelas sihir dapat memperngaruhi Anda, jika Anda tidak kuat.”

Karena itu, setelah mengutip sebuah hadist, penulis Tafsir Al Misbah ini menyebut bahwa Nabi pernah menyinggung orang yang jika berbicara begitu indah hingga yang menyaksikan tersihir.

Salah satu kisah nyata soal sihir yang populer dalam Al-Qur’an ialah para periode Nabi Musa. Quraish Shihab pun menjelaskan ayat 109 dari Surah Al A’raf ketika Nabi Musa dituding sebagai penyihir oleh para pemuka Firaun. Untuk menaklukkan ‘mukjizat Musa’, Firaun memerintahkan pemukanya untuk mengumpulkan para penyihir tangguh seantero Mesir.

Ketika para penyihir itu menghadap sang penguasa, mereka berkata “Apakah kami dapat upah jika kami menang?”

Inilah logika penyihir, kata Quraish Shihab. Dan ini juga yang membedakan antara orang yang tulus dan tidak tulus meski mereka mengklaim sebagai profesional. Pada ayat 114, ternyata Firaun tidak hanya menjanjikan upah berupa materi, tapi juga akan diberi kedudukan dalam lingkaran kekuasaannya.

Seperti dibetikan sebelumnya, Taat Pribadi yang ditangkap pada 22 September 2016 lalu telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan terhadap dua pengikutnya, yakni Ismail Hidayat dan Abdul Gani. Selain itu, Taat Pribadi jgua ditetapkan sebagai tersangka penipuan penggandaan uang.

Salah satu saksi yang juga Eks Petinggi MUI, Marwah Daud Ibrahim, diperiksa soal kasus dugaan penipuan dengan modus penggandaan uang yang dilakukan pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng, Taat Pribadi.

Sebagai salah satu akedemisi ternama, perkenalan antara Marwah dengan Taat Pribadi ternyata terbilang cukup unik. Marwah tertarik kepada Taat justru hanya karena melihat fotonya saja.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Polisi Raden Argo Yuwono, mengatakan saat itu foto tersebut ditunjukkan oleh Suparman. Argo melanjutkan, Suparman merupakan seorang sultan yang diangkat oleh Taat.

“Begitu melihat foto itu, Bu Marwah langsung tertarik bergabung dengan Taat,” kata Argo, di Mapolda Jatim, Selasa, 18 Oktober 2016.

Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Arbonas Hutabarat menyatakan lembaganya siap dipanggil kepolisian untuk mengecek keaslian uang dalam kasus Taat Pribadi.

Adapun jika dikaitkan penggandaan uang Taat Pribadi itu adalah hasil sihir, Arbonas mengaku belum menangkap kaitannya. “Ilmu sihir tidak ada di buku. BI hanya melihat alam nyata dan BI juga belum melihat bentuk uangnya,” katanya seperti dikutip tempo.co

 

YS / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *