Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 24 December 2017

Tentang Pengungsi Palestina, Melly Goeslaw: Mereka Tak Heboh Meski Bantuan Datang


Tentang Pengungsi Palestina, Melly Goeslaw Mereka Tak Heboh Meski Bantuan Datang

islamindonesia.id – Tentang Pengungsi Palestina, Melly Goeslaw: Mereka Tak Heboh Meski Bantuan Datang

 

Dalam sepekan terakhir, viral pemberitaan terkait aksi simpati selebritis Indonesia, Melly Goeslaw, yang sigap menjadi relawan pengantar bantuan kemanusiaan kepada para pengungsi Palestina. Dia menjadi salah satu duta kemanusiaan dari Indonesia untuk Palestina yang bersama rombongannya berangkat ke kamp-kamp pengungsian di Killis, Turki dan juga Beirut, Lebanon.

Setibanya di Tanah Air, Melly pun menjelaskan kondisi perjalanan dan keadaan di sana. Dia menegaskan bahwa dirinya tidak bertolak ke Palestina sebagaimana disebut para netizen belakangan ini, melainkan hanya mengunjungi kamp-kamp pengungsian warga Palestina.

“Bukan Palestina ya, tapi di pengungsian Palestina. Itu letaknya ada di Killis,” ujar istri musisi Anto Hoed itu di kediamannya di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan pada Minggu (24/12/2017).

Rute yang dilaluinya pun tak mudah, ia harus melewati Istanbul untuk kemudian menempuh jalur darat melewati beberapa daerah. Hingga naik pesawat dari Ankara ke Killis.

Sampai di Killis, masih ada cobaan yang harus dihadapinya, karena ternyata untuk masuk ke wilayah itu tidaklah mudah. Penjagaan ketat tentara di sana sempat tak mengizinkan rombongan Melly masuk. Untunglah mereka didampingi LSM terbesar di sana sehingga pada akhirnya diizinkan masuk.

Menyaksikan langsung penderitaan para pengungsi Palestina yang berhasil meninggalkan negaranya itu, Melly pun berbagi cerita tentang kondisi dua kamp pengungsian di wilayah itu.

Pertama ada yang menyerupai rumah panggung dan bukan terbuat dari besi yang bisa diisi oleh 6 orang, yakni 4 orang dewasa dan 2 anak-anak yang tak saling kenal. Selanjutnya ada bekas-bekas ruko yang diberikan pemerintah Turki untuk digunakan.

“Nah itu juga ngenes (rukonya), karena enggak ada pintunya,” kenangnya.

Melly membandingkan kamp pengungsian dengan hotel tempatnya menginap di mana ia masih merasakan kedinginan, apalagi dengan mereka yang berada di kamp pengungsian itu.

Kejadian lain yang membuat dirinya sedih yakni saat membagikan bantuan. Karena tak mendapati respon heboh layaknya yang biasa diterima di Tanah Air.

“Kan saya sudah terbiasa bikin acara sosial sama GAS juga, kalau banjir, gempa bumi, dan sebagainya untuk satu wilayah yang korban banjir itu kalau datang bantuan kan langsung berkeroyok, bergerombol terus heboh, rebutanlah apa, ini nggak. Yang bikin sedih itu,” tuturnya.

Ketidakhebohan itulah yang menggambarkan, betapa terlalu mendalamnya kesedihan para pengungsi hingga membuat mereka seolah tak mampu lagi membedakan antara duka dan sukacita di hadapan mereka.

Melly juga menggambarkan kondisi para pengungsi tampak sangat menyedihkan dan takut untuk bertemu orang asing. Bahkan sebagian besar mengalami trauma, terutama anak-anak.

“Ya karena mereka trauma ya. Bayangin aja anak-anak itu selain dari di Palestinanya sudah sering ngedengerin ada bunyi bom. Ngedengerin teman-temannya ditembak segala macam dan mereka harus melarikan diri lewat laut, pasti trauma lewat laut kan lihat yang lain tenggelam,” ujar Melly.

Itulah sekilas kesaksian Melly di samping banyak kisah lain, termasuk foto dan video yang diunggah Melly di akun Instagramnya, @melly_goeslaw.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *