Satu Islam Untuk Semua

Monday, 29 August 2016

TASAWUF–Dua Kutub Ekstrem Ibn Arabi


9dedb419-a7ac-4e49-bcf6-d49922344419

Islamindonesia.id–Dua Kutub Ekstrem Ibn Arabi

Anda boleh saja berbangga dengan semua hal yang Anda punya. Tapi jangan salah. Tak satupun dari kita, semua manusia, yang bisa lepas dari dua hal ini: penasaran dan bosan.

Kenapa? Mengapa sebentar-sebentar kita penasaran terhadap sesuatu, lalu kita bosan padanya dan penasaran pada hal lain lagi dan demikian seterusnya? Mengapa jiwa kita terombang-ambing di antara dua perilaku jiwa yang sangat kuat ini? Dari mana semua perasaan ini?

Ibn Arabi, filosof dan guru mistik ternama dalam Islam, dalam bukunya Al-Futuhât, menjawab pertanyaan itu. Penjelasannya sekaligus memperterangan bagaimana esensi jiwa sesungguhnya bekerja dalam diri setiap orang.

Kebosanan, katanya, tak lebih dari “gejala penolakan atas sesuatu yang tidak sempurna”. Dengan kata lain, kebosanan merupakan mekanisme spontan jiwa untuk tetap di jalan pencarian kesempurnaan sejati. “Ia akan menggugah manusia untuk beranjak, bergegas mencari sesuatu yang lebih sempurna.”

Ibn Arabi juga percaya kesempurnaan sejati akan membuat manusia memasuki “keadaan fana”, meleburnya subjek di dalam objek yang dicintainya. Saat itulah, katanya, “tak ada lagi kebosanan, keresahan, dan penasaran mencari objek lain yang lebih sempurna”.

 

AJ/IslamIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *