Satu Islam Untuk Semua

Tuesday, 13 December 2016

Tanggapi Pro-Kontra Pendirian Yayasan Peduli Pesantren (YPP), Begini Sikap Beberapa Tokoh NU


tanggapi-pro-kontra-pendirian-yayasan-peduli-pesantren-ypp-begini-sikap-beberapa-tokoh-nu

islamindonesia.id – Tanggapi Pro-Kontra Pendirian Yayasan Peduli Pesantren (YPP), Begini Sikap Beberapa Tokoh NU

 

Meski kemunculannya menuai pro-kontra dalam beberapa hari terakhir, Yayasan Peduli Pesantren (YPP) yang didirikan oleh Chairman Group and CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo dinilai sebagai langkah saling tolong-menolong sesama bangsa Indonesia untuk memajukan dunia pendidikan.

Hal itu diungkapkan Ketua Yayasan Anwarul Hidayah, KH Sauri Usman. Ia mengatakan, yayasan yang didiran oleh Ketua Umum Partai Perindo tersebut sebagai sebuah perhatian atas pendidikan pondok pesantren yang hampir dilupakan oleh negara.

“Terlepas dari pro-kontra, itu kan pengaruh dari media sosial, tidak usah dihiraukan. Itu kan bagian dari upaya kebersamaan, yang menolak ya silakan nolak, yang mau ya silakan,” kata Sauri, Sabtu (10/12/2016).

Ia melanjutkan, persoalan bangsa yang harus menjadi prioritas adalah soal pendidikan. Sauri menerangkan, upaya pembenahan pendidikan merupakan pondasi utama agar negara ini berdiri dengan tegak.

Mestinya, kata dia, jika ada seseorang yang berupaya melakukan usaha dalam membenahi pendidikan itu justru harus dinilai sebagai suatu tindakan yang mulia.

“Sekarang kan yang paling utama adalah pendidikan, itu termasuk tindakan yang mulia kan? Adapun yang tidak mau ya silakan, yang mau ya silakan. Itu sekadar saling tolong-menolong,” tandasnya.

Senada, Wakil Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur Ahmad Zainul Hamdi menegaskan, siapapun boleh membantu pesantren di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan oleh pria yang akrab disapa Inung itu ketika ditanya pendapatnya terkait berdirinya Yayasan Peduli Pesantren (YPP) oleh Hary Tanoesoedibjo.

“Tidak ada masalah pesantren menerima bantuan dari luar. Dan siapa saja boleh memberikan bantuan kepada pesantren,” ujar Doktor Sosiologi Agama, Universitas Islam Sunan Ampel (UINSA) Surabaya itu, Sabtu (10/12/2016).

Inung menjelaskan, sebelum berdirinya YPP, banyak pesantren-pesantren yang sudah bekerjasama dengan lembaga-lembaga di luar negeri, mulai dari Arab Saudi, Amerika Serikat hingga Jerman. Pun demikian di Nahdhotul Ulama (NU) juga banyak kerja sama dengan lembaga-lembaga asing dan sejauh ini tidak ada masalah. Lembaga-lembaga tersebut juga didirikan oleh non-Muslim. Konteks kerjasamanya bermacama-macam, mulai dari budaya, sosial dan lain sebagainya.

“Sejak bertahun-tahun tersebut tidak ada masalah dengan kerja sama itu,” kata Inung.

Tak jauh berbeda, Koordinator Jaringan Alumni Santri (JAS) Aan Ansori juga menganggap bahwa munculnya Yayasan Peduli Pesantren (YPP) diharapkan mampu meningkatkan mutu dan kualitas pesantren di Indonesia. Kata Aan, tak ada masalah pesantren mana pun bekerja sama dengan YPP yang didirikan oleh Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo yang notabene non-Muslim.

Pendirian YPP sendiri bertujuan meningkatkan kualitas dan mutu pesantren di Indonesia. Terlebih lagi, di Indonesia banyak sekali pondok pesantren, baik yang berskala kecil maupun skala besar.

Aan yang juga Koordinator Jaringan Islam Antidiskriminasi (JIAD) Jawa Timur ini menyebutkan bahwa sebelumnya tercatat banyak sekali lembaga yang notabene berlatar belakang Islam sudah lebih dulu bekerja sama dengan pihak luar.

Ia mencontohkan, salah satu Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama (NU) yakni PP Muslimat juga bekerja sama dengan lembaga asing dalam penanggulangan HIV/AIDS. Ada juga pondok pesantren yang sudah bekerja sama dengan Amerika Serikat.

Kemudian, lanjut Aan, ada Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) yang juga menerima bantuan dari Jerman. Kerjasama ini sudah berlangsung sejak lama dan beberapa masih aktif hingga sekarang.

Untuk Lakpesdam NU, Aan menyatakan pernah ambil bagian selama tiga tahun dalam mengelola bantuan tersebut yang digunakan untuk pemberdayaan masyarakat. “Jangan salah yaa. Aku dengan jutaan warga Nahdliyin punya iman kuat. Mau kerjasama dengan siapa saja siap,” tegasnya.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *