Satu Islam Untuk Semua

Tuesday, 30 April 2013

Taiwan Pun Ikut Kencing Cara Islam


 

Beberapa waktu yang lalu, Menteri Lingkungan Taiwan Stephen Chen menyerukan agar seluruh kaum pria di negeri tersebut membuang air kencing di toilet sambil duduk. Alasannya, kebiasaan kencing dengan duduk seperti yang dilakukan oleh perempuan bisa menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Pernyataan Stephen Chen ini menyentak umat Islam, karena yang diserukannya itu sesungguhnya adalah ajaran Islam. Islam sangat menganjurkan untuk duduk saat membuang air kecil seperti yang diajarkan oleh Rasullullah SAW.  Stephen Chen mengusulkan kencing dengan mengikuti sunnah Rasulullah SAW itu setelah melihat data yang disodorkan Badan Perlindungan Lingkungan Taiwan (EPA). Badan itu mengatakan, kebiasaan kencing dengan duduk seperti yang dilakukan perempuan akan menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Stephen sendiri mengaku selalu duduk bila buang air kecil, baik di rumah ataupun di toilet umum.  Para pejabat Taiwan mengatakan akan meminta pemerintah daerah memasang tanda di toilet-toilet umum berisi anjuran agar pria duduk bila buang air kecil. Seperti dilansir Yahoonews.com, anjuran ini adalah bagian dari kampanye Taiwan guna menjaga kebersihan di toilet umum. Sekira 100 ribu toilet umum tersebar di Taiwan. Toilet-toilet tersebut saat ini jauh lebih bersih dibandingkan sebelumnya. “Namun sejumlah kakus masih bau pesing karena cipratan air seni pria,” kata EPA. Nantinya, tanda anjuran pria buang air kecil sembali duduk akan dipasang di toilet umum di sekolah-sekolah, stasiun kereta, bandara, hingga terminal bus. Meski baik, anjuran tersebut melahirkan silang pendapat di dunia maya. Usulan buang air kecil sembari duduk ini bukan kali pertama. Beberapa Negara sebelumnya sudah pernah melontarkan hal ini. Sejumlah politisi sayap kiri di Swedia juga pernah mengusulkan undang-undang baru yang melarang para pria buang air kecil sembari berdiri. Beberapa alasan dan keuntungan dari buang air kecil sembari duduk dipaparkan para politisi tersebut.  Partai sosialis dan feminis di Swedia mengklaim akan lebih higenis bila seorang pria duduk ketika buang air kecil. Sebab cara tersebut akan mengurangi genangan air dan baik untuk kesehatan pria. Karena buang air kecil sembari duduk akan mengosongkan kandung kemih yang bisa mengurangi risiko kanker prostat. “Kami ingin belajar dari Swedia dan Jepang,” kata Direktur Sanitasi Lingkungan dan Zat Beracun EPA, Yuan Shaw-jing, kepada BBC. “Di Jepang, kami mendengar 30 persen laki-laki buang air kecil sembari duduk.” Hal ini sungguh ironis dengan yang terjadi di Indonesia. Meski mayoritas penduduk beragama Islam, etika membuang air kecil sambil duduk malah ditinggalkan. Hal ini tampak dari toilet-toilet yang ada di tempat umum. Bahkan Masjid-masjid dan mushalla pun lebih banyak menyediakan toilet berdiri untuk kaum pria. 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *