Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 03 May 2018

Syeikh Azhar: Ahlussunah Tak Mengkafirkan Siapapun yang Salat Menghadap Kiblat


600600p775EDNmainAi-Imam-102

islamindonesia.id – Syeikh Azhar: Ahlussunah Tak Mengkafirkan Siapapun yang Salat Menghadap Kiblat

 

 

Grand Syeikh Azhar Ahmad Thayyib menegaskan, pandangan Ahlussunah wal Jamaah Asy’ariyah tak mengkafirkan siapapun yang masih shalat menghadap kiblat. Ahlusunnah, kata Ahmad Thayyib, tidak mengkafirkan siapa saja yang melakukan dosa besar sepanjang mereka tidak menganggap perbuatan dosa besar itu halal.

“Kita tidak boleh fanatik atas pandangan kita, dengan menganggap hanya dirinyalah yang benar, sedang orang lain sepenuhnya salah,” kata ulama berusia 72 tahun ini ketika menyambangi Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Jakarta, 2 Mei, seperti dutulis oleh KH. Husein Muhammad dalam akun facebooknya. Kiai Husein turut menyimak dan mencatat paparan Syeikh Azhar di PBNU.

Syeikh menjelaskan, agama ini datang dan turun di masyarakat Arab. Dibawah oleh orang Arab yang menjadi utusan Allah, bernama Muhammad.

“Kita tidak menjadi mukmin tanpa percaya kepada beliau,” katanya. “Kita kaum muslimin harus bersatu, tidak boleh bermusuhan dan bercerai berai.”

Menurut, mantan Rektor Universitas Al Azhar ini, umat Muslim harus mencari hal-hal yang sama, bukan mencari-cari hal-hal yang berbeda.  Karena dengan demikian, persatuan umat Islam yang beragam mazhab ini dapat terwujud.

Seorang Muslim tidak boleh men-generalisasi keburukan seseorang atau sebagian orang dari suatu golongan sebagai keburukan semua orang dalam golongan itu. “Pada setiap golongan ada orang-orang yang punya pandangan berbeda. Termasuk di Sunni juga.”

Syeikh Ahmad berkunjung ke Indonesia dalam rangka Konferensi Tingkat Tinggi Ulama dan Cendekiawan Dunia di Bogor. Sejumlah ulama di berbagai dunia hadir, termasuk dari Saudi dan Iran.

Syekh Ahmad lahir di Qina  72 tahun lalu. Ia adalah Imam Besar Masjid Al-Azhar dan menempati jabatan tertinggi Syaikh Besar Al-Azhar di atas Mufti di Daarul Ifta, sekaligus juga merupakan jabatan tertinggi di Institusi Al-Azhar yang berpusat di Kairo.

 

 

 

 

YS/Islamindonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *