Satu Islam Untuk Semua

Friday, 09 December 2016

Survei: Publik Keburu Memvonis Sebelum Tahu Persis Ucapan Ahok


survei-publik-keburu-memvonis-sebelum-tahu-persis-ucapan-ahok


islamindonesia.id – Survei: Publik Keburu Memvonis Sebelum Tahu Persis Ucapan Ahok

 

Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) dalam sigi terbarunya yang dirilis Kamis (8/11/2016), memberikan gambaran singkat tentang opini publik terkait kasus Ahok sekaligus pandangan warga terhadap demo 411 atau aksi “Bela Islam” yang digelar sebagai respon atas kasus itu tepatnya pada 4 November 2016 silam.

Terdapat setidaknya empat pertanyaan pokok yang diajukan SMRC dan menuai respon cukup menarik dari para responden. Menurut Saiful Mujani saat merilis surveinya, waktu wawancara lapangan dilakukan pada tanggal 22-28 November 2016.

Berdasarkan perbandingan prosentase suara responden yang “tahu dan pernah mendengar ada demonstrasi pada 4 November 2106” SMRC menyimpulkan bahwa aksi turun jalan yang dilakukan jutaan umat Islam dalam merespon kasus Ahok itu tergolong berskala Besar, meskipun kisaran prosentasenya hanya ada di angka 1,4%, dibandingkan dengan 96,7% responden yang menyatakan tidak ikut berpartisipasi dalam demo 4 November (411) dimaksud, dan 1,9% yang tidak menjawab pertanyaan, “Apakah Ibu/Bapak sendiri ikut turun ke jalan melakukan demonstrasi tersebut?”

Artinya, meski 96,7% suara responden menyatakan tidak ikut dalam aksi “Bela Islam”, maka hal itu tidak menunjukkan bahwa demo 411 berskala kecil, sekadar merujuk prosentase 1,4% warga yang mengaku ikut turun ke jalan saat aksi 411 tersebut. Karena sekali lagi, angka 1,4% tersebut mengacu pada prosentase populasi dalam skala nasional.

Meski demikian, ternyata lebih banyak warga yang percaya bahwa demo 411 itu dimanfaatkan pihak-pihak yang punya kepentingan dalam Pilkada DKI. Hal ini terlihat dari 40,7% responden yang menjawab “Ya” atas pertanyaan, “Apakah Ibu/Bapak percaya bahwa demonstrasi 4 November kemarin ditunggangi/dimanfaatkan pihak-pihak yang punya kepentingan politik dalam Pilkada DKI Jakarta?” Sedangkan warga yang menyatakan “Tidak” hanya 23,4% saja. Sementara yang menjawab “Tidak Tahu” atau “Tidak Menjawab” terdapat 35,9% responden.

Selanjutnya, terhadap pertanyaan “Apakah bapak/Ibu setuju atau tidak setuju dengan pendapat yang mengatakan bahwa ucapan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tentang surat Al-Maidah adalah ucapan yang menghina atau menistakan agama Islam?” sebagian besar warga berpendapat ucapan Ahok menista. Tepatnya, sejumlah 45,2% responden menyatakan “Setuju”, hanya 21,5 % yang menjawab “Tidak Setuju”, sementara sisanya, sejumlah 33,3% menyatakan “Tidak Tahu”.

Sama halnya ketika ditanyakan, “Apakah Ibu/Bapak tahu persis bagaimana ucapan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tentang surat Al-Maidah tersebut?” Ternyata hanya 11,5% warga menjawab “Ya” sedangkan sisanya, 88,5% menjawab “Tidak”.

Pernyataan warga itu bisa dianggap beralasan karena dari jawaban atas pertanyaan SMRC berikutnya, terkonfirmasi ada sejumlah 87,1% responden yang juga mengaku “Belum Pernah”, ketika kepada mereka disodorkan pertanyaan, “Sudah menonton video lengkap ketika Ahok berpidato di hadapan warga Kepulauan Seribu dan mengucapkan hal yang menyangkut surat Al-Maidah?” Sedangkan responden yang menyatakan “Ya, Sudah” dalam artian sudah pernah menonton secara lengkap versi utuh video dimaksud, hanya di kisaran 12,9% saja.

Sekadar informasi, populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang mempunyai hak pilih, yakni mereka yang berumur 17 tahun atau lebih atau sudah menikah.

Dari populasi itu dipilih secara random sebesar 1.220 responden. Responden yang dapat diwawancarai secara valid sebanyak 1.012 atau 83%. Sementara margin of error plus minus 3,1 % dengan tingkat kepercayaan 95%.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *