Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 11 March 2018

Suriah Ungkap Rencana Pemberontak Gunakan Senjata Kimia untuk Dituduhkan ke Pasukan Pemerintah


Suriah Ungkap Rencana Pemberontak Gunakan Senjata Kimia untuk Dituduhkan ke Pasukan Pemerintah

islamindonesia.id –Suriah Ungkap Rencana Pemberontak Gunakan Senjata Kimia untuk Dituduhkan ke Pasukan Pemerintah

 

Wakil Menteri Luar Negeri Suriah, Faisal Mehdad mengungkap rencana kelompok pemberontak di Ghouta Timur melancarkan serangan senjata kimia pada hari Minggu (11/3/2018) yang kemudian akan dituduhkan kepada pasukan pemerintah Suriah.

”Kami telah menerima informasi bahwa militan di Ghouta Timur berencana melakukan serangan senjata kimia di wilayah antara Misraba dan Bitsava,” katanya.

”Untuk itu, militan Tahrir al-Sham berencana membunuh beberapa wanita, dan kami akan ‘ditunjuk’ (sebagai pelakunya). Ini akan berlangsung pada 11 Maret,” ujar diplomat Suriah tersebut.

Menurut Mehdad, pemerintah Suriah tidak pernah menolak komisi Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW) dalam melakukan penyelidikan di dalam negeri.

”Suriah terus membuka pintu bagi organisasi internasional yang terlibat dalam penyelidikan,” katanya. “Kami telah menerima sepuluh aplikasi dari berbagai komite penyelidik, dan kami belum menolak satupun dari mereka, kami belum menutup wilayah Suriah manapun, namun mereka tidak melakukan penyelidikan, itulah masalahnya,” ujar Mehdad, seperti dikutip Itar-TASS.

Komisi tersebut, lanjut Mehdad, tidak akan mempercayai hasil penyelidikan yang dilakukan oleh otoritas Suriah mengenai serangan senjata kimia. Dia menyesalkan spesialis OPCW tidak datang ke Suriah untuk memverifikasi data.

Sebelumnya, kelompok pemberontak di Ghouta Timur dan sejumlah aktivis Barat menuduh pasukan rezim Suriah loyalis Presiden Bashar al-Assad menjatuhkan berbagai bom kimia, termasuk gas klorin di sebuah wilayah sipil di Ghouta Timur. Tuduhan itu disertai tayangan video, di mana korban terlihat kesulitan bernapas.

Pemerintah Suriah berulang kali menegaskan bahwa pasukan Damaskus tidak pernah menyerang warga sipil, melainkan kelompok pemberontak dan militan radikal. Suriah juga menolak tuduhan menjatuhkan bom-bom kimia. Mereka menengarai bahwa selama ini pihak pemberontak –yang didukung beberapa rezim dan corong media Barat anti-Assad, kerap melakukan pemutarbalikan fakta dan penggiringan opini menyesatkan.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *