Satu Islam Untuk Semua

Tuesday, 26 July 2016

Surat Terbuka Putra Syekh Zakzaky


zakzaky

IslamIndonesia.id–Surat Terbuka Putra Syekh Zakzaky

Muhammad Zakzaky, putra ulama senior anti kekerasan Syekh Ibrahim Zakzaky yang juga merupakan pendiri ormas Islam terbesar di Nigeria Islamic Movement of Nigeria, menulis surat terbuka kepada berbagai media. Dalam suratnya dia menyatakan bahwa ayahnya telah menderita cacat kehilangan salah satu matanya. Putra Sekjen Islamic Movement in Nigeria ini menyerukan kepada setiap yang peduli dengan Hak Asasi Manusia, keadilan dan kehormatan manusia, agar bergabung dengan dirinya untuk melakukan tuntutan pembebasan Syekh Zakzaky.

Muhammad Zakzaky dalam surat terbukanya ini menjelaskan situasi tragis dan penyiksaan yang dialami ayahnya sebagai pemimpin ormas Islam terbesar di Nigeria. Muhammad Zakzaky menulis, “Sesungguhnya saya menyerukan kepada seluruh manusia yang mengimani hak-hak manusia, serta keadilan dan kehormatannya, agar bergabung bersama saya untuk melipatgandakan tuntutan,” sebagaimana dikutip dari media lokal.

Putra pendiri Islamic Movement of Nigeria itu menunjukkan kekerasan yang dilakukan oleh tentara Nigeria terhadap umat Islam di negerinya, khususnya keluarga dan anak-anak Syeik Ibrahim Zakzaky.

Muhammad Zakzaky mengatakan dalam suratnya, “Sesungguhnya sebagian pria bersenjata telah membunuh semua saudara saya, para wanita, pemuda, dan anak-anak. Di antara korban yang terbunuh adalah dokter, perawat, insinyur, jurnalis, dan para wanita dan pemuda dari berbagai profesi. Anak-anak dan pemuda adalah para pelajar yang masih memiliki semangat mewujudkan cita-cita mereka. Teman-teman dan keluarga, baik orang tua dan pemuda, semuanya dibunuh oleh tangan tentara yang seharusnya membela mereka. Beberapa hari sebelumnya pemerintah wilayah Kadona mengumumkan pembentukan lembaga investigasi terkait pembunuhan orang-orang tak berdosa oleh unsur-unsur tentara. Ribuan orang tidak berdosa hilang dan lebih dari 340 nyawa dikubur secara massal. Ratusan orang telah ditangkap dan harta benda milik mereka senilai ratusan juta dihancurkan. Meskipun tidak terlibat dalam gerakan (umat Islam) dalam lembaga ini, namun saya selalu mengikuti semua perkembangan yang disampaikan.”

Putra Syekh Zakzaky menyoroti pemerintah yang menyatakan bahwa ayahnya menjadi tahanan rumah karena alasan keamanan. Yang lebih buruk dari itu adalah bahwa pemerintah mengklaim telah menghabiskan lima juta Naira (mata uang Nigeria) untuk menjaga keselamatan ayahnya. Dia menambahkan, “Sesungguhnya hal ini yang tidak mampu saya menahannya… Saya menjadi saksi atas pembunuhan warga-warga tak berdosa termasuk ketiga saudara saya. Meskipun ayah saya memang tidak berada di sel penjara, namun mereka tidak berada dalam kondisi yang aman dan nyaman. Sepanjang delapan bulan tentara Nigeria telah membunuh 1000 orang tidak berdosa yang di antara mereka adalah kakak-adik saya, paman saya dan sejumlah besar kerabat saya. Mereka menembaki ibu saya tujuh kali tembakan dan membuat cacat kedua kaki dan tangan ayah saya serta menghilangkan salah satu matanya. Bahkan mereka melarang dokter dan ahli hukum untuk menjenguknya.”

Muhammad menyebut bahwa pihak pemerintah melarang tiap anggota keluarga untuk menjenguk Syekh Zakzaky seraya mempertanyakan, “Jika mereka benar-benar menjaga keselamatan ayah saya, mengapa mereka mencegahnya bertemu dengan anggota keluarganya? Apa yang menghambat kami bertemu dengannya? Apa yang menghalanginya bertemu dengan dokter? Dan apa yang menyebabkan dia dilarang bertemu dengan pengacara?” Jelas sekali bahwa ada kemungkinan orang tuanya mengalami kekerasan yang kemudian akan mengungkap kebenaran tentang penderitaan keduanya. Muhammad Zakzaky juga mempertanyakan, “Mungkinkah saya mengungkap fakta melalui lisan saya?”

Muhammad Zakzaky lantas menabahkan dalam surat terbukanya, “Sesungguhnya saya sebagai anak ayah saya tidak pernah menutup mata terhadap kekerasan terhadap manusia, bahkan jika harganya kehilangan matanya. Saya menyerukan setiap yang mengimani hak-hak manusia untuk menikmati keadilan dan kehormatan agar bergabung dengan saya dalam menuntut pembebasan atas orang tua saya. Kita harus memprotes ketidakadilan yang ada di depan mata kami yang tidak berakhir supaya suara kami dapat didengar. Kami harus berusaha semaksimal mungkin dan kami akan mengambil kesempatan yang ada dan tidak ingin menghilangkannya.”

 

Tom/IslamIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *