Satu Islam Untuk Semua

Friday, 16 September 2016

Surat Terbuka Ini Tanggapi Petisi Larangan Kurban di Singapura


12038129_725693017575465_6833561871450126112_n

IslamIndonesia.id – Surat Terbuka Ini Tanggapi Petisi Larangan Kurban di Singapura

 

Seruan petisi larangan penyembelihan ‘massal’ hewan selama Idul Kurban sempat mengemuka di Singapura. Petisi dilakukan oleh seorang wanita bernama Nocole Yin itu akhirnya menuai beragam tanggapan. Salah satunya, Rashidah Abdul Rahman menulis tanggapan untuk pembuat petisi di change.org yang kini telah ditutup itu. Berikut isi surat terbukanya;

 

Kepada Ny. Nocole Yin,

Kami menyampaikan terima kasih banyak atas perhatian baik dan kasih sayang Anda pada hewan.

Sejatinya, Islam mengajarkan pada kami untuk bersikap baik pada seluruh ciptaan, termasuk pada manusia maupun hewan. Kita semua diciptakan oleh Sang Pencipta yang sama. Sedemikian, membunuh semut pun tanpa alasan atau sebab (yang diterima dalam Islam) itu dilarang.

Anda memang sosok yang berani hingga mempertanyakan amalan (ritual) yang telah mengakar kuat dalam suatu agama dimana jumlah penganutnya mencapai dua milyar. Di antara jumlah itu, sebagian adalah doktor, pakar hukum, pemikir, pakar komunikasi, dan penulis. Banyak juga yang disebut di era modern ini sebagai penemu dalam sains yang juga merepresentasikan umat ini.

Kami bukan segerombolan barbar yang merupakan makhluk kejam haus darah sebagaimana sejumlah media gambarkan tentang kami. Kekejian yang Anda lihat di sekitar kita itu … bukan Islam. Itu dilakukan oleh individu-individu yang tamak dan gila kekuasaan, menggunakan agama sebagai alat untuk melawan kekuasaan lawan politiknya.

Semoga Allah mencurahkan kasih sayang-Nya pada mereka.
Kembali pada topik ritual kurban yang dilaksanakan sekali setahun untuk menghormati Nabi kami, Ibrahim a.s.

Bolehkah saya tahu, apakah Anda secara pribadi telah memiliki kesempatan menyaksikan bagaimana ritual itu dilaksanakan? Juga perintah wajib (yang harus dilakukan) ketika hewan-hewan kami disembelih?

Ada sejumlah aturan tapi memiliki keterkaitan satu dengan yang lainnya. Saya berharap suatu ketika Anda memiliki kesempatan melakukan penelitian (research) mendalam sebelum melakukan petisi yang dapat membuat kegaduhan negatif di sebuah negara yang bangga menerima setiap ras dengan baik dan toleran.
Aturan terpenting selama penyembelihan hewan dalam ritual Islam seperti:

– Hewan harus sehat dan tidak cacat jasmani
– Hewan tidak boleh dalam keadaan hamil
– Hewan harus diberi makan sebagaimana layaknya dan dirawat dengan baik.

Penyembelihan hanya dapat dilakukan oleh seorang Muslim yang sehat akalnya, kuat dan sehat secara fisik. Tidak setiap orang bisa melakukan seenaknya kecuali kalau ia seorang pembunuh berantai!
Pisau yang digunakan untuk menyembelih harus yang paling bersih, tajam dan diasah kembali setiap selesai penyembelihan.

Penyembelihan harus pada titik yang ditekankan, mencapai kerongkongan dan dua urat utamanya agar kematian hewan dapat dipastikan berlangsung seketika atau cepat.

(Penyembelihan) tidak membolehkan hingga kepala terpisah dari badannya dan memotong tulang belakang. Hewan diberi air sebelum diproses, dan hewan-hewan lainnya dipisahkan untuk ‘menghormati’ yang mungkin mengerti apa yang terjadi di sekitarnya.

Menyebut atas nama Allah ialah keharusan dan secara sadar menyembelih hewan untuk dikonsumsi. Tidak ada satupun bagian tubuh hewan yang disia-siakan. Semuanya itu akan diberikan kepada orang-orang miskin se-agama. Dimana daging adalah barang mewah bagi mereka yang tidak mampu mereka miliki atau membelinya.

Ritual ibadah yang Anda pertanyakan ini perintahnya dari kitab suci kami yang merupakan petunjuk paling sempurna ketelitiannya. Jika kami tidak melakukannya dengan benar maka bukan agama ini yang dipertanyakan, tapi orang-orang yang tidak mengerjakannya sesuai dengan ajaran yang seharusnya dipertanyakan.

Saya ingin menegaskan kembali bahwa sebaiknya Anda sendiri hadir menyaksikan apa yang terjadi. Sejak kecil saya menghadiri ritual ini dan saya merasa takut awalnya. Ayah saya meluangkan waktunya untuk menjelaskan seluruh prosesnya.

Kami pun diperbolehkan mengusap dan membelai hewan kami sebelum diberikan sebagai hadiah pada orang miskin. Kami hadir memberi hormat seakan-akan kami memberi tahu pada hewan bahwa kami di sana bersamanya dan kami akan bertemu kembali pada kehidupan berikutnya di ‘shiratal mustaqim’. Hewan yang diberikan hari ini, kelak akan menjadi saksi atas apa yang kami telah lakukan untuk saudara-saudara kami seiman yang fakir-miskin.

Nicole, ini agama pengasih dan penyayang. Kami tidak butuh aktivis untuk mempertanyakan ritual-ritual kami. Kenyataan bahwa kami tidak membenarkan intrik untuk membasmi hewan, menunjukkan rasa hormat kami.

Kami menempatkan niat yang tulus yang bersinggungan dengan hewan untuk membuatnya nyaman, termasuk cara menyembelihnya. Tidak masuk akal jika menangani hewan tapi kami tidak patuh (dengan aturan), karena ini adalah hal yang paling mendasar dalam Islam ketika bersinggungan dengan konsumsi ternak.

Tolonglah buat research sendiri soal manfaat penyembelihan Islami dan bandingkan dengan metode konvensional. Termasuk juga, mengapa Muslim pantang dengan babi. Lakukanlah dengan kesungguhan. Islam telah mengetahui 1400 tahun lalu apa yang dunia modern baru temukan pada abad ke-21. (Sehingga) mungkin, penyembelihan dan konsumsi babi juga Anda membuatkan petisinya ketika Anda memiliki banyak waktu.

Saya tidak melawan apa yang Anda suarakan itu. Anda adalah wanita, muda, pemberani, dan terpelajar. Namun, saya dan sebagian Muslim, cuman meminta Anda untuk melakukan reaserch yang memadai, menyeluruh sehingga mendapatkan alasan mengapa kami melakukannya. Terima kasih. []

 

[Baca juga: OPINI — Tentang Agama dan Spiritualitas]

 

 

YS/IslamIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *