Satu Islam Untuk Semua

Monday, 13 March 2017

Sukses dengan Kampung Pancasila, Walikota Bekasi Diundang Bicara Toleransi di Vatikan


walikota-bekasi-rahmat-effendi

islamindonesia.id – Sukses dengan Kampung Pancasila, Walikota Bekasi Diundang Bicara Toleransi di Vatikan

 

Walikota Bekasi Rahmat Effendi memastikan memenuhi undangan para tokoh Katolik di Vatican, Roma, pada tanggal 27 Mei 2017 mendatang. Di sana, Rahmat diundang untuk menjelaskan soal pluralisme yang ada di Kampung Sawah, Bekasi.

“Undangan ini diberikan atas perhatian duta besar Vatikan tentang toleransi beragama di Kampung Sawah. Terutama bagaimana Pemerintah Kota Bekasi ini membangun konsistensi nilai toleransi itu,” kata walikota yang akrab disapa Pepen ini, seperti dilansir Bekasi Terkini, 13/3.

Dari Indonesia, Pepen akan didampingi oleh Direktur Wahid Insititute, Yenny Wahid, yang juga putri Presiden Indonesia IV Abdurahman Wahid.

Seperti dilaporkan Bekasi Terkini, masyarakat Kota Bekasi sangat heterogen. Dihuni oleh 2,6 juta penduduk dengan beragam suku, ras dan agama di dunia. Namun toleransi beragama sangat dijunjung tinggi di Bumi Patriot.

Salah satu contohnya adalah Kampung Sawah, Kelurahan Jatimurni, Kecamatan Pondokmelati. Di wilayah itu, umat Islam dan Kristiani saling satu padu dalam kebhinekaan. Saking melekatnya toleransi beragama, wilayah setempat dinobatkan menjadi Kampung Pancasila oleh pemerintah daerah.

Prestasi ini tidak hanya dirasakan oleh warga setempat saja, tapi pemerintah daerah. Pemerintah Kota Bekasi dianggap mampu menjaga kebhinekaan itu yang telah terjalin sejak masa leluhur.

“Kita sebagai kepala daerah, tunduk terhadap aturan. Maka dari itu, saya kalau sudah sesuai ketentuan, yah sudah kita laksanakan. Persoalan ada masyarakat yang tidak suka, biarkan saja dan tetap jalankan ketentuan yang berlaku,” katanya.

Pepen juga mengaku, tidak takut dicap warga dan masyarakat Kota Bekasi dengan stigma negatif karena kepergiannya ke Vatikan. Sebagai kepala daerah, kata dia, harus memegang prinsip khairul umur ausatuha (sebaik-baiknya perkara adalah yang tengah-tengah).

“Yah nggak perlu lah. Sebagai contoh Wali Kota London, Sadiq Khan, dia orang muslim tapi hidup di wilayah yang mayoritas non muslim. Saya sebagai kepala daerah harus berdiri di semua golongan umat,” tegas politisi Golkar ini.

Menurut Rahmat, majelis umat harus menyampaikan pentingnya toleransi umat beragama serta menjunjung tinggi nilai Pancasila dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Di Kota Bekasi pemeluk Islam berjumlah 2 juta jiwa, Katolik 65 ribu jiwa, Buddha 12 ribu jiwa, Kristen Protestan 195 ribu jiwa, Hindu 47 ribu jiwa, dan Konghucu 196 jiwa.

”Kota Bekasi harus menjadi salah satu miniatur umat beragama, tidak ada lagi kaum minoritas atau mayoritas. Hak warga Kota Bekasi sama, tidak dibeda-bedakan,” ujar Rahmat seperti dilansir Tempo.co.

 

YS/ islam indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *