Satu Islam Untuk Semua

Monday, 27 June 2016

SOROTAN–Media Arab Saudi: Pemikiran Ibnu Taimiyah Memicu Pembunuhan Anak atas Keluarganya


مرتكبا جريمة داعش البشعة في الرياض

Islamindonesia.id–Koran Saudi: Pemikiran Ibnu Taimiyah Memicu Pembunuhan Anak atas Keluarganya

 

Salah satu media besar Arab Saudi yang berbasis di London, Al-Hayah, menuduh pemikiran Ibnu Taimiyah sebagai pemicu aksi-aksi kejahatan ISIS setelah dua anak kembar Saudi membunuh ibunya dan mencoba membunuh ayah dan adiknya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya dua saudara kembar asal Hamra, Arab Saudi, yang diduga pro ISIS Jum’at (24/6) membunuh ibunya dan menikam ayah serta adiknya.

Akibat peristiwa tragis itu, sejumlah aktivis media sosial Arab menyebarkan gambar-gambar dari karya utama pemikir Salafi Wahabi bernama Ibnu Taimiyah yang membolehkan anak membunuh orangtuanya yang musyrik.

Alih-alih menolak fatwa-fatwa yang menyimpang dari ajaran-ajaran dasar Islam dan anti kemanusiaan yang tersebar dalam karya-karya ulama Wahabi Salafi, ulama Saudi justru kerap membela dan mempertahankannya. Kontradiksi dalam pemikiran Salafi Wahabi ini tampak nyata dalam berbagai karya mereka yang mengagungkan Ibnu Taimiyah di satu sisi tapi di sisi lain menolak konsekuensi-konsekuensi praktis pemikiran tersebut dalam kehidupan seseorang atau sekelompok orang.

Di bawah ini adalah potongan gambar dari karya Ibnu Taimiyah yang memuat fatwa-fatwa yang memudahkan orang mengkafirkan dan membunuh.

alalam_636025589622636569_25f_4x3-2

alalam_636025589623326638_25f_4x3

Di bawah ini adalah terjemahan bebas dari screen shot yang diambil dari Majmuah Al-Fatawa karya Ibnu Taimiyah adalah sebagai berikut:

*Siapa yang bilang musafir harus shalat 4 rakaat (tamam) sama seperti orang yang bilang musafir wajib puasa bulan Ramadhan. Keduanya sesat dan bertentangan dengan ijma. Orang yang bilang itu harus diminta tobat. Jika menolak, boleh dibunuh.

*Orang balig yang meninggalkan shalat wajib atau rukun-rukunnya harus diminta bertobat. Jika tidak mau, boleh dibunuh.

*Orang yang shalat tidak pakai wudhu harus diminta bertobat. Jika tidak mau, boleh dibunuh.

*Barangsiapa yang mengingkari tawasul dalam dua pengertian yang telah disebutkan berarti telah kafir, murtad dan harus diminta bertobat. Jika tidak mau, boleh dibunuh.

* Siapa yang berpendapat bahwa Allah tidak dapat dilihat di akhirat telah kafir, mendustakan Al-Qur’an dan murtad. Hukumnya harus diminta bertobat. Jika tidak mau, boleh dibunuh.

* Memakan ular dan kalajengking haram menurut ijmak Muslimin. Siapa yang memakannya sebagai barang halal harus diminta bertobat. Jika tidak mau, boleh dibunuh.

* Siapa yang berpendapat Al-Qur’an itu makhluk harus diminta bertobat. Jika tidak mau, boleh dibunuh.

* Orang yang berpendapat ada majaz dalam Al-Qur’an adalah salah satu kemungkaran terbesar dalam syariat. Orang itu harus diminta bertobat. Jika tidak mau, boleh dibunuh.

* Orang yang percaya bawah Allah berbicara kepada Nabi Musa menggunakan perantara sesat dan keliru. Bahkan para imam telah menegaskan bahwa orang ini harus diminta bertobat. Jika tidak mau, boleh dibunuh.

** Jika orangtua mengajak anaknya kepada kemusyrikan, maka anak itu tidak harus menaatinya. Bahkan dia harus menerapkan amar makruf nahi munkar pada orangtuanya. Amar makruf dan nahi munkar anak kepada orangtua yang seperti itu adalah sikap ihsan (bajik) kepadanya. Namun jika kedua orangtuanya musyrik, maka anak itu boleh membunuhnya.

 

AJ/IslamIndonesia

One response to “SOROTAN–Media Arab Saudi: Pemikiran Ibnu Taimiyah Memicu Pembunuhan Anak atas Keluarganya”

  1. pandirkelana says:

    Biasalah, Sahabat nan Empat saja habis dibunuh, apalah artinya orangtua . . . .

    Qur’an menceritakan tindakan Nabi Ibrahim a.s. terhadap orangtuanya yang tidak beriman kepada Allah SWT, mengapa ayat ini hanya ditilawah saja? Itulah kalau terlalu banyak mengaji Qur’an: lalai mengKaji Qur’an.

  2. hamba sahaya says:

    Diterjemahkan nya saja dengan terjemahan bebas, sehingga memberi kesan kedangkalan, dan bahkan jauh dari kecerdasan dan ke ilmuan sosok ulama besar sekelas syaikhul islam ibnu taimiyyah rahimahullah.
    Itu namanya Propaganda Murahan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *