Satu Islam Untuk Semua

Monday, 23 April 2018

Soal Ziarah Kubur, Kiai Luqman: Silaturahmi Tak Hanya di Dunia Tapi Juga di Alam Kubur


lukman

islamindonesia.id – Soal Ziarah Kubur, Kiai Luqman: Silaturahmi Tak Hanya di Dunia Tapi Juga di Alam Kubur

 

 

Menurut pakar tasawuf Kiai Haji Lukman Hakim, menjalin hubungan sesama manusia tak hanya terjadi di alam materi. Manusia yang masih hidup di dunia ini sejatinya dapat bersilaturahmi dengan mereka yang telah berpindah ke alam lain, seperti alam kubur.

Karena itu, kata jebolan Pesantren Tebu Ireng Jombang ini, ziarah kubur dan tawasul  juga diajarkan dalam Islam. Tawasul, biasanya diartikan oleh masyarakat, sebagai amalan meminta syafaat kepada Allah melalui perantara manusia yang dianggap lebih dekat kepada Allah.

“Silaturahmi itu bukan hanya  di dunia, tapi juga di alam kubur hingga akhirat,” twit Luqman di laman akun Twitter-nya memberikan tanggapan atas foto intelektual Nahdlatul Ulama Nadirsyah Hosen yang berziarah ke makam KH. Abdurahman Wahid di Jombang, 22 April. Selain berziarah ke makam Gus Dur, Nadirsyah juga berziarah ke makam tokoh penting lainnya dalam sejarah NU dan Indonesia, KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Abdul Wahab Chasbullah.

“Bangsa yang tidak menghargai pendahulunya adalah bangsa congkak,” sindir Kiai Luqman.

2018-04-23 (1)

Sejauh ini, sebagian Muslim tidak sependat dengan pandangan ini. Di antara mereka bahkan mengharamkan dan mengkafirkan saudaranya sesama Muslim yang bertawasul dan ziarah kubur.

Padahal menurut Luqman, Nabi Muhammad memerintahkan ziarah kubur. Jika ditinjau dari pandangan dunia Tasawuf, kehidupan ini bukan sekedar terjadi di alam fisik tapi juga di alam yang tak terjangkau oleh panca-indra.

Tapi tidak semua orang ingin menyelami hakikat ini. Lebih disayangkan lagi,  orang yang tidak tahu akan hakikat ini berbangga diri telah  mengkafirkan dan melarang orang lain bersilaturahmi  dan bertawasul dengan orang-orang di alam sana.

“Mereka yang mabuk kebodohan dan fasik saja yang suka melarang,” ujar murid dari Mursyid Tarekat Syadziliyah KH. Andul Jalil Mustaqim ini.[]

 

 

YS/Islamindonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *