Satu Islam Untuk Semua

Friday, 30 October 2015

Skandal Anyar Menerpa Walikota Bogor


bima

Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto, terekam berpose bersama individu yang jadi target sanksi  Dewan Keamanan PBB lantaran dianggap terkait kelompok teror Al Qaeda, kata pamflet anonim di media sosial.

Menyebar di Twitter sejak kemarin, pamflet memuat sebuah foto yang memperlihatkan momen saat Bima, berseragam dinas, berpose bersama tujuh orang di sebuah ruangan. Foto itu berlatar pada hasil capture berita resmi di situs PBB. 

Dengan menampilkan perbandingan foto wajah, selebaran mencantumkan keterangan  salah seorang di antara tamu Bima dalam foto itu adalah Angga Dimas Pershada.

Selebaran tak menjelaskan sumber dan konteks foto.

Bila benar, ini bakal memberi beban politik tambahan pada Bima yang terseret kontroversi lepas mengeluarkan edaran pelarangan peringatan 10 Muharram pekan lalu.

Pamflet memuat keterangan Angga “masuk dalam daftar teroris Komite Dewan Keamanan PBB”. Pamflet juga mencantumkan rujukan resmi yang melatari tudingan itu: http://www.un.org/press/en/2015/sc11816.doc.htm. 

Penelusuran redaksi menunjukkan link tak memuat foto Angga. Link sebatas menyebutkan Angga, digambarkan sebagai anggota Jamaah Islamiyah cum pimpinan Hilal Ahmar Society, termasuk dalam “Al-Qaida Sanctions List”, daftar individu yang menjadi target sanksi Dewan Keamanan PBB.

Penjelasan situs PBB menyebutkan, sanksi atas Angga mencakup pembekuan aset, travel ban dan embargo senjata. Dewan Keamanan PBB mengharuskan seluruh negara, termasuk Indonesia, tunduk dan menjalankan sanksi tersebut.

Berita juga menyebutkan sanksi yang sama, berlaku per Maret 2015, menimpa Bambang Sukirno yang digambarkan sebagai salah satu pimpinan Jamaah Islamiyah dan atasan Angga di Hilal Ahmar.

Hilal Ahmar sejauh ini tenar sebagai ‘sayap kemanusiaan’ Jemaah Islamiyah, kelompok Islam garis keras yang berupaya mendirikan “negara Islam” di Asia Tenggara. Pasca Tragedi Bom Bali 2002, Amerika Serikat menuduh kelompok ini sebagai pelakunya dan menyebutnya sebagai organisasi teroris asing.

Hingga berita ini diturunkan, Walikota Bima Arya belum merespon permintaan konfirmasi dari redaksi.

Anisa/Edy/IslamIndonesia. Gambar: Twitter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *