Satu Islam Untuk Semua

Friday, 27 February 2015

‘Sikapi Perbedaan Mazhab dengan Arif’


Muslimin perlu menyikapi perbedaan Sunni dan Syiah dengan arif, kata menteri, mencemaskan gelombang pasang ‘pengkafiran’ yang marak di sejumlah daerah bisa berujung pada pertumpahan darah.

“Muslimin harus menyikapi fenomena ini dengan arif. Jangan sampai kita diadu dan dibenturkan dengan saudara sesama Muslim,” kata Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, dalam sebuah pernyataan hari ini.

Menurut Lukman, perbedaan mazhab dalam 5-10 tahun terakhir tak pernah berujung pada fenomena pengkafiran yang masif.

Di sejumlah daerah belakangan ini, gelombang ‘pengkafiran’ Syiah hadir dalam bentuk yang vulgar, seperti pemasangan spanduk penyesatan di berabgai pusat keramaian. Fenomena serupa juga mewabah di media sosial dan via ceramah keagamaan di berbagai tempat.

“Jika kita salah menyikapi fenomena ini, pertumpahan darah berpeluang terjadi di negeri tercinta ini,” katanya merujuk pada apa yang dia gambarkan sebagai konflik berlatar perbedaan mazhab di Timur Tengah.

Dia berharap Muslimin menjauh dari jurang takfir, pengkafiran sesama Muslimin hanya karena berbeda mazhab. “Syahadatnya sama, Nabinya sama,” katanya berharap bantuan kalangan ulama menjauhkan Muslimin dari jurang perpecahan.

RR/Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *