Satu Islam Untuk Semua

Tuesday, 21 February 2017

Seperempat Abad Puasa Bicara, Ulama Sudan Akui Temukan Damai dalam Kebisuan  


Seperempat Abad Puasa Bicara, Ulama Sudan Akui Temukan Damai dalam Kebisuan

islamindonesia.id – Seperempat Abad Puasa Bicara, Ulama Sudan Akui Temukan Damai dalam Kebisuan

 

Sudah lebih dari seperempat abad ulama Sudan Syekh Basyir bin Muhammad Basyir menolak berbicara.

Dia berkomunikasi dengan orang hanya lewat tulisan. Diamenggunakan pulpen dan kertas untuk menulis atau menjawab pertanyaan saat berpartisipasi dalam beragam konferensi dan diwawancarai televisi.

Syekh Basyir, dilahirkan pada 1956, adalah sarjana lulusan Universitas Sorbonne, Prancis. Dia memiliki banyak pengikut meyakini pemikiran dan kecerdasannya.

Setelah meraih gelar magister bidang ekonomi dan sains di Sorbonne, dia pulang ke Sudan dan mulai memusatkan perhatian untuk meneliti dan mempelajari Al-Qur’an. Pada 1990, dia bilang ingin berhenti berbicara dan hanya akan berbicaa atas izin Allah.

Syekh Basyir menjelaskan filosofi diamnya melalui tulisan: “Permulaan diam adalah akhir dari bicara.” Tapi puasa bicaranya tetap menjadi misteri karena dia percaya itu adalah rahasia antara diriya dan Sang Pencipta.

Dalam sebuah ‘wawancara’ televisi, Syekh Basir menulis, dirinya tidak menyesal membisu.

“Pena saya cuma menulis hal-hal yang menyenangkan orang lain. Saya menemukan kedamaian dalam kebisuan.”

***

Moral Story: Mungkin ada sebagian orang menganggap keputusan ulama Sudan yang dikenal cerdas ini sebagai suatu kesia-siaan. Tapi siapa tahu bahwa di balik peristiwa langka tersebut banyak hikmah yang dapat kita petik? Sebut saja salah satunya, daripada lisan kita kerap tergelincir pada pembicaraan yang menyakiti perasaan orang lain, bukankah lebih baik kita diam, atau hanya menulis apa-apa yang menyenangkan bagi sesama?

Terlebih jika kita tahu, dalam beberapa tahun terakhir, khususnya di negeri kita, betapa banyak suara dan pembicaraan sekelompok orang yang mengaku dirinya sebagai ulama, justru menyebarkan ujaran kebencian di mimbar-mimbar?

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *