Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 22 April 2018

Senjata Baru Intifada Palestina: Bom Layang-Layang


Senjata Baru Intifada Palestina Bom Layang Layang

islamindonesia.id – Senjata Baru Intifada Palestina: Bom Layang-Layang

 

Puluhan tahun berlalu, perjuangan bangsa Palestina dalam melawan pendudukan rezim Zionis tak pernah berhenti. Jika pada kurun sebelumnya mereka melawan keberingasan militer Israel dengan batu, namun kali ini mereka berhasil menciptakan “mainan baru” untuk membalas perlakuan keji yang mereka alami. Kali ini, warga Palestina, khususnya mereka yang dalam beberapa minggu terakhir menggelar aksi protes di perbatasan Jalur Gaza dan Israel, menemukan cara baru intifada dengan mengikatkan bom-bom molotov ke layang-layang yang kemudian diterbangkan melintasi perbatasan lalu menjatuhkannya di wilayah Israel.

Seperti yang terjadi pada Jumat (20/4/2018) malam, sekelompok pemuda sibuk membuat layang-layang dari kertas berwarna serta botol minuman ringan. Mereka bergerombol di bawah pepohonan zaitun yang terletak hanya beberapa ratus meter dari perbatasan dengan Israel di sisi timur Gaza City.

Beberapa dari mereka sibuk membuat layang-layang berukuran 60 cm yang dihias dengan warna bendera Palestina. Setelah selasai dibuat, seutas kawat besi diikatkan di bagian bawah layang-layang untuk membawa botol berisi bensin. Kemudian tiga orang pemuda membawa satu layang-layang itu beberapa meter dari perbatasan. Mereka lalu berhenti sejenak untuk menyulutkan api ke botol berisi bensin tersebut. Setelah botol terbakar, para pemuda itu kemudian menerbangkan layang-layang tersebut dan setelah mencapai ketinggian tertentu mereka memutuskan benangnya. Terbawa angin layang-layang itu terbang melintasi perbatasan sebelum jatuh di wilayah Israel dan menyebankan kebakaran kecil.

“Kami menggunakan layang-layang untuk mengirim pesan bahwa kami siap melakukan apapun untuk melawan pendudukan,” kata Abdullah yang baru berusia 16 tahun.

Sejak 30 Maret lalu, puluhan ribu warga Palestina menggelar aksi unjuk rasa di perbatasan Jalur Gaza yang terblokade. Mereka menyerukan agar para pengungsi Palestina diizinkan kembali ke tanah leluhur mereka yang kini menjadi wilayah Israel.

Sejak akhir bulan Maret sebanyak 36 warga Palestina tewas dan ratusan lainnya terluka. Demikian catatan Kementerian Kesehatan Gaza.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *