Satu Islam Untuk Semua

Friday, 27 April 2018

Sekilas Fakta Pemeluk Islam di Rusia


Sekilas Fakta Pemeluk Islam di Rusia

islamindonesia.id – Sekilas Fakta Pemeluk Islam di Rusia

 

Bagi sebagian orang Indonesia, Rusia mungkin saja masih lebih identik sebagai negara berpaham komunis, yang selama ini melekat padanya stigma anti agama. Tapi siapa sangka bahwa Islam ternyata adalah agama dengan jumlah penganut terbesar kedua di Rusia? Bahkan sejak berabad-abad silam, kaum Muslim telah hidup berdampingan secara damai dengan para pemeluk Ortodoks. Namun, beberapa dekade terakhir masyarakat Rusia mulai curiga terhadap Muslim menyusul maraknya aksi terorisme dan gangguan keamanan dalam negeri.

Kalangan Muslim kerap mengingatkan agar aksi terorisme tidak dikait-kaitkan dengan ajaran Islam. Ini sangat beralasan karena jelas Islam tidak mengajarkan teror. Para tokoh dan pemuka masyarakat juga menegaskan bawah Rusia bukan hanya negara Ortodoks.

Saat ini, belum ada data resmi mengenai jumlah pemeluk agama Islam di Rusia. Hasil sensus terakhir pada 2002 mencacat jumlah warga suku yang secara tradisional menganut Islam ada sebesar 14,5 juta jiwa atau 10 persen dari total populasi nasional. Menurut perkiraan Administrasi Keagamaan Muslim di bagian Eropa dari Rusia, penganut Islam di Rusia pada waktu itu berjumlah sekitar 20 juta jiwa, sedangkan hasil survei Levada Center pada November 2013, sebesar tujuh persen dari populasi Rusia adalah penganut agama Islam.

Populasi sejumlah daerah di Rusia secara tradisional adalah umat Islam. Di antaranya adalah republik-republik di Kaukasus Utara, seperti Ingushetia, Chechnya, Dagestan, Kabardino-Balkaria, Karachay-Cherkessia, serta Tatarstan dan Bashkortostan.

Namun demikian, tentunya tidak semua orang yang mengaku Muslim taat menjalankan ritual agama Islam. Survei yang dilakukan Sreda Research Center menyebutkan hanya 42 persen dari muslim di Rusia yang mengatakan bahwa agama berperan besar dalam hidup mereka. Ini berarti tidak semua ajaran Islam dipatuhi.

Jumlah Muslim tumbuh pesat karena tingginya tingkat kelahiran di antara masyarakat Kaukasus Utara. Faktor lain yang mempengaruhi adalah karena arus imigrasi, terutama dari Asia Tengah dan Azerbaijan.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *