Satu Islam Untuk Semua

Tuesday, 29 August 2017

Saudi Pastikan Santunan Korban Tragedi Crane 2015 Segera Cair


Saudi Pastikan Santunan Korban Tragedi Crane 2015 Segera Cair

islamindonesia.id –Saudi Pastikan Santunan Korban Tragedi Crane 2015 Segera Cair

 

Setelah tertunda selama dua tahun, pencairan santunan seperti yang dijanjikan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz, mulai ada titik terang. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahkan sudah ada kepastian soal pencairan santunan tersebut. Tinggal menunggu hari-H saja.

“Sebagaimana disampaikan Pak Dubes kemarin, alhamdulillah (pencairan) dalam waktu yang tidak lama lagi,” kata Lukman usai menghadiri ‘Silaturahmi NU Sedunia’ di Hotel Arkan Bakkah, Mekah, Selasa (29/8/2017).
Dubes RI untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengaku menerima nota diplomatik terkait pencairan santunan korban crane pada Senin (28/8/2017) sore. Hal itu dikatakan dalam acara konsolidasi petugas haji dalam rangka persiapan puncak haji. Agus menyebut tahap verifikasi sudah berakhir, kini hanya tinggal legalisasi dari KBRI.

Lukman mengatakan kabar dari Dubes tersebut menunjukkan adanya kepastian pencairan santunan. “Pihak Saudi akan segera mencairkan,” tegasnya.

Berdasarkan nota diplomatik, korban meninggal atau cacat mendapatkan 1 juta Riyal atau setara dengan Rp 3,5 Miliar, sedangkan korban terluka mendapatkan 500 ribu Riyal atau Rp 1,7 Miliar. Jumlah ini sesuai dengan janji Raja Salman yang diucapkan tak lama setelah kecelakaan terjadi.

Nota diplomatik bersifat ‘sangat segera’. KBRI juga akan sangat segera merespons hal tersebut.

Kecelakaan crane di Masjidil Haram terjadi pada 2015, tepatnya pada Jumat, 11 September. Sedikitnya 107 orang tewas dan lebih dari 200 orang terluka. Sebanyak 10 korban tewas merupakan jemaah haji asal Indonesia dan puluhan terluka.

Pencairan tidak dapat segera dilakukan karena Saudi harus melakukan verifikasi ketat. Menurut Dubes Agus Maftuh, ada upaya beberapa pihak memasukkan mayat lain dalam daftar korban crane. Verifikasi ulang dilakukan melalui proses forensik dan tes DNA.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *