Satu Islam Untuk Semua

Friday, 30 May 2014

Saudi Gelar Ritual Pencucian Ka’bah


Arabnews.

Upacara pencucian Ka’bah merupakan sunnah Nabi Muhammad Saw. yang dilakukan pasca kemenangan Makkah.

 

Gubernur Makkah Pangeran Mishaal bin Abdullah bin Abdulaziz memimpin pencucian Ka’bah pada Kamis (29/05) di Masjidil Haram, Makkah, atas nama Penjaga Dua Masjid Suci Raja Abdullah.

Dalam pembasuhan Ka’bah itu, hadir pula Menteri Kebudayaan dan Informasi Abdulaziz bin Mohiuddin Khoja, Kepala Presidensi Dua Masjid Suci Sheikh Abdul Rahman Al-Sudais, wakil kepala Presidensi Dua Masjid Suci Muhammad Al-Khozaim, Walikota Makkah Osama Al-Bar, diplomat dari negara-negara Islam dan para pejabat Saudi lainnya.

Ritual pencucian Ka’bah ini dilakukan dua kali dalam setahun, yakni pada Bulan Muharram dan menjelang Ramadhan, di Bulan Sya’ban atau bulan-bulan pertama dan kedelapan kalender Hijriah.

Ka’bah yang merupakan bangunan bersejarah bagi umat Islam ini diseka dengan menggunakan kain basah yang dicelupkan ke dalam air Zamzam dicampur parfum “oud” dan air mawar khusus. Sebelumnya, ritual dilakukan dengan shalat berjamaah di Masjidil Haram.

Menurut Kepala Presidensi Dua Masjid Suci Sheikh Abdul Rahman Al-Sudais, upacara pencucian Ka’bah merupakan sunnah Nabi Muhammad Saw. yang dilakukan pasca kemenangan Makkah.

“Kami merasa terhormat karena negara kita melayani peziarah sepanjang tahun,” lanjutnya.

Usai pencucian, dikabarkan bahwa ada empat orang menderita luka-luka setelah mereka terjebak dalam huru-hara.

“Tiga dari mereka–semua wanita–dirawat di rumah masing-masing, dan seorang lainnya dilarikan ke rumah sakit setempat,” kata juru bicara kepolisian Makkah Al-Qurashi Aati.

Menurut pejabat lain, pria itu menderita luka dalam di kepalanya. Dia mengatakan segera setelah pintu Ka’bah dibuka untuk ritual pencucian, banyak orang yang menyaksikan acara saling berebut mencoba melihat sekilas bagian dalam Ka’bah. “Peristiwa saling desak itu yang menyebabkan mereka terjatuh, satu di antaranya luka di bagian kepalanya.” [LS]

 

Sumber: Arabnews.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *