Satu Islam Untuk Semua

Friday, 18 March 2016

Ruwetnya Dunia Sosmed: Kasus Photoshop Ahok Berjubah


20160318042541

Hari Jumat yang seharusnya penuh berkah dan saling memberi salam di antara kaum Muslim berubah menjadi panas dan penuh fitnah. Bermula dari cuitan di akun @Haidar_Bagir, deklarator Gerakan Islam Cinta yang memunculkan gambar photoshop Ahok berjubah.

20160318034022

Di atas gambar foto editan itu @Haidar_Bagir yang memiliki 35 ribu lebih follower itu mencuit begini: “Kalau mau Pilkada Gubernur DKI aman damai, bagusnya Pak Ahok jadi kyai kayak gini. Keren nggak pak @basuki_btp?”

Kalimat di atas menurut para hater @Haidar_Bagir merupakan pelecehan atas Almarhum Habib Mundzir. Padahal, sebagaimana telah disampaikan sendiri oleh @Haidar_Bagir, dia sama sekali tidak tahu menahu soal sumber foto itu. Malah, saat Almarhum Habib Mundzir wafat, Haidar Bagir secara khusus menulis “In Memoriam” mengenai beliau.

Bagi yang mau membaca dengan hati bersih dan akal jernih, cuitan @Haidar_Bagir itu dapat mengandung sejumlah kemungkinan pesan: 1. Mengharapkan agar muncul calon gubernur Muslim DKI yang profesional, kompeten, dan kapabel; 2. Mengharapkan agar perbedaan SARA tak berujung dengan Pilkada DKI yang tidak aman dan ricuh; 3. Mengharapkan agar Pak Ahok dapat menghargai kenyataan adanya pemilih yang ingin pemimpin Muslim; 4. Mengharapkan agar semoga Pak Ahok dapat mendapat hidayah dan berperilaku seperti kyai dalam sikapnya; dan 5. Mengharapkan semua pihak tidak memanaskan Pilkada DKI dengan isu-isu agama yang seharusnya menjadi sumber kedamaian dan ketenteraman. Dan masih banyak kemungkinan pesan positif lain yang dapat diambil dari kalimat di atas.

Namun, karena gambar jubah dalam foto itu diedit dari jubah yang ada pada sebuah foto Almarhum Habib Mundzir Musawa, maka pesan-pesan positif itu justru diabaikan dan diselewengkan menjadi ajang fitnah, adu domba dan permusuhan.

Lebih dari itu, @Haidar_Bagir juga sudah menyatakan permintaan maaf atas segala kemungkinan salah paham. Bahkan, @Haidar_Bagir secara sportif mendelete twit-nya.

 

20160318033954

Tapi, tampaknya sejumlah hater tetap saja mengumbar kebencian, atau mungkin sekedar mencari sensasi biar dapat banyak follower. Inilah salah satu masalah yang dihadapi masyarakat modern yang telah memasuki zaman kacau.

 

AA/Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *