Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 10 November 2016

Riyadh Gagal Menangkan Clinton Jadi Presiden


Democratic presidential nominee Hillary Clinton points at President Barack Obama as she arrives onstage at the end of his speech on the third night of the 2016 Democratic National Convention in Philadelphia, Pennsylvania U.S., July 27, 2016.  REUTERS/Jim Young

Islamindonesia.id — Riyadh Gagal Menangkan Clinton Jadi Presiden

Kemenangan Donald Trump menduduki kursi kepresidenan Amerika Serikat memang cukup mengejutkan. Kubu Hillary Clinton tampak tercengang atas kemenangan ini, meski berbagai jajak pendapat sepekan lalu menunjukkan keunggulan Clinton atas Trump. Akibatnya, sejumlah analis menyebut pemilihan presiden AS kali ini sebagai berakhirnya era rezim jajak pendapat.

Dari segi kekuatan dana dan media sebenarnya Clinton lebih unggul dibanding Trump. Hollywood dan media mainstream pada umumnya telah memobilisasi dukungan untuk Clinton. Demikian pula pundi-pundi petrodolar juga deras mengalir untuk istri mantan presiden ke-42 AS, Bill Clinton itu.

Sebuah jajak pendapat yang diselenggarakan oleh Arab Center for Research and Policy Studies yang bermarkas di Washington terhadap warga sejumlah negara Teluk termasuk Arab Saudi menunjukkan bahwa 68 persen warga Saudi ingin Hillary Clinton memenangi kursi presiden. Dan sekitar 46 persen mereka meyakini bahwa Trump adalah orang yang jahat.

Jajak pendapat yang diikuti oleh 400 responden di tiap negara itu menunjukkan bahwa 65 persen warga Saudi 65 percaya kemenangan Clinton akan berdampak positif terhadap kawasan Arab.

Jajak pendapat itu menariknya juga menunjukkan bahwa mereka tidak senang dengan intervensi AS terhadap urusan domestik negara lain. Prioritas lain dalam opini masyarakat Arab adalah memerangi ISIS, menyelesaikan konflik Palestina-Israel, mengakhiri krisis Suriah dan Yaman.

Selain jajak pendapat di atas, hubungan dekat keluarga kerajaan Arab Saudi dengan Yayasan Clinton yang terbongkar melalui email-email Clinton yang dibocorkan oleh Wikileaks menunjukkan preferensi politik terhadap Clinton. Kemenangan Trump dikhawatirkan bakal mengeruhkan atau setidaknya melonggarkan hubungan Arab Saudi dan sejumlah negara Arab di Teluk lainnya dengan pemerintah AS yang akan datang.

 

AJ/ Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *