Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 23 July 2017

Rezim Israel Siap Bangun Rumah Sakit Khusus ISIS di Perbatasan Suriah  


Rezim Israel Siap Bangun Rumah Sakit Khusus ISIS di Perbatasan Suriah

islamindonesia.id – Rezim Israel Siap Bangun Rumah Sakit Khusus ISIS di Perbatasan Suriah

 

Militer Israel mengatakan bahwa rezim Tel Aviv berencana untuk membangun sebuah rumah sakit lapangan baru di Suriah untuk mengobati apa yang biasanya disebut pasien di tengah kekhawatiran internasional mengenai dukungan rezim tersebut terhadap militan Takfiri yang berperang di negara Arab.

Letnan Kolonel Tomer Koler mengatakan kepada wartawan dalam sebuah konferensi telepon pada hari Rabu bahwa rumah sakit yang akan dibangun di dekat perbatasan Suriah tersebut akan dapat beroperasi bulan depan.

Dia mencatat bahwa Israel telah menyampaikan apa yang dia sebut “bantuan kemanusiaan” ke Suriah, termasuk ratusan ton makanan dan pakaian, serta bahan bakar dan peralatan seperti generator. Israel juga dilaporkan memiliki rumah sakit lapangan di daerah tersebut namun menutupnya tahun lalu.

Suriah telah dicengkeram oleh aksi ribuan militant yang didukung asing sejak Maret 2011. Pemerintah Suriah mengatakan bahwa langkah Tel Aviv dan sekutu Barat dan regionalnya membantu kelompok militan Takfiri, telah menimbulkan malapetaka di negara tersebut. Salah satu bukti dari dukungan nyata Israel terhadap Takfiri adalah foto yang menunjukkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tengah berjabat tangan dengan seorang militan Takfiri yang terluka di sebuah rumah sakit lapangan Israel di Dataran Tinggi Golan.

Selain itu, ada laporan bahwa Israel menawarkan perawatan medis kepada teroris yang terluka saat beroperasi di Suriah, di rumah sakit yang didirikan di Dataran Tinggi Golan. Kembali pada tanggal 9 April, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Tel Aviv akan terus merawat militan yang terluka dari Suriah sebagai bagian dari apa yang dia klaim sebagai “upaya kemanusiaan”.

Israel secara teratur memukul posisi tentara Suriah di Dataran Tinggi Golan, menggambarkan serangan tersebut sebagai pembalasan. Damaskus mengatakan bahwa razia tersebut bertujuan untuk membantu militan Takfiri berperang melawan pasukan pemerintah. Dalam beberapa kesempatan, tentara Suriah telah menyita senjata buatan Israel dan peralatan militer dari teroris yang memerangi pasukan pemerintah.

Bulan lalu, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mengungkapkan kekhawatirannya tentang lonjakan kontak senjata antara angkatan bersenjata Israel dan militan Suriah dalam beberapa bulan terakhir, dengan mengatakan bahwa hal itu dapat menyebabkan eskalasi dan menyebabkan kerugian bagi pengamat PBB yang ditempatkan di Dataran Tinggi Golan.

Terlebih lagi, Wall Street Journal baru-baru ini melaporkan bahwa Israel telah menyediakan teroris Takfiri di Dataran Tinggi Golan, Suriah dengan dana dan pasokan medis yang mantap.

Pada bulan September tahun lalu, harian Israel Ha’aretz mengutip anggota parlemen Israel Akram Hasoon yang mengatakan bahwa Israel secara langsung membantu kelompok teroris Takfiri, Jabhat Fateh al-Sham, yang sebelumnya dikenal sebagai Front al-Nusra, kelompok teroris lain yang beroperasi di Suriah. Dia mengungkapkan bahwa serangan sebelumnya oleh kelompok Nusra di Desa Druze di Khadr mendapat dukungan dari Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *