Satu Islam Untuk Semua

Monday, 01 August 2016

RAMALAN–Tahun 2050: Ateisme Melorot, Islam Bangkit


ramalan-2050-ateisme-melorot-islam-bangkit

Islamindonesia.id–Ramalan 2050: Ateisme Melorot, Islam Bangkit

Berdasarkan tren pertumbuhan terkini, sebuah penelitian dari Pew Research menunjukkan bahwa Islam akan menjadi agama paling dominan di dunia pada 2050.

Pada akhir abad ini, untuk pertama kali dalam sejarah, jumlah populasi umat Islam akan melampaui jumlah umat Kristen, sebagaimana dirilis oleh Pew Research

“Kerangka berpikir dari penelitian ini adalah Kristen telah lebih dahulu lahir tujuh abad sebelum Islam, namun Islam akhirnya mengejar Kristen,” ujar Alan Cooperman, direktur riset agama pada Pew.

Sebagai agama terbesar yang mencapai 2/3 populasi dunia, Kristen mempunyai 2,2 miliar pemeluk. Pew research menunjukkan bahwa Islam merupakan agama tercepat perkembangannya di dunia. Kelompok agama ini akan mencapai 30 persen dari populasi dunia pada 2050 nanti, yang pada 2010 lalu hanya mencapai 23 persen saja. Artinya, jumlah Muslim dunia akan hampir menyamai jumlah umat Kristen pada 2050.

Jika pertumbuhan Islam berkelanjutan, kata data Pew, maka populasi Muslim akan melampaui Kristen setelah 2070.

Hal ini bukan berarti jumlah umat Kristen menyusut. Namun pertumbuhan umat Kristen tidak secepat pertumbuhan umat Islam. Sementara jumlah umat Kristen akan meningkat dari 2,1 miliar menjadi 2,9 miliar, maka jumlah umat Islam akan meningkat drastis dari 1,6 miliar menjadi 2,8 miliar pada 2050.

Pertumbuhan ini tentu saja terjadi seiring dengan kesuburan populasi Muslim yang berusia muda. Sementara kelompok-kelompok agama lain didominasi kaum tua. Umat Budha contohnya, setengah pemeluknya berusia lebih dari 30 tahun dan rata-rata kelahiran, 1,6 anak. Sebaliknya, pada 2010, sepertiga populasi umat Muslim berusia di bawah 15 tahun.

Lebih dari itu, setiap wanita Muslim rata-rata memiliki 3,1 anak, sedangkan rata-rata wanita Kristen hanya memiliki 2,7 anak.

Namun demikian, Cooperman menekankan bahwa sejumlah hal bisa saja berubah dari sekarang hingga 2050.

“Kami tidak mengatakan bahwa hal ini pasti terjadi, namun bisa terjadi bila rumus dan gejala ini berkelanjutan,” kata Cooperman. “Kami tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Boleh jadi ada peperangan, revolusi, wabah penyakit yang tidak ada seorang pun dapat memprediksi dan mengubah jumlah itu.”

Tom/Islamindonesia.i d/sumber: worldbulletin.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *