Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 03 July 2014

Ramadhan dan Sepenggal Kisah ‘Haji Harrods’


voaindonesia.com

ISLAM INDONESIA – London, Inggris, jelang Ramadhan 2014. Harrods, mekah perbelanjaan super mewah di kawasan Knightsbridge, jadi saksi tingkah pola orang-orang superkaya Timur Tengah. Media-media Inggris melaporkan mereka membanjiri 300 lebih pertokoan di situ, datang bersama pengawal dan sopir pribadi. Kabarnya, sebagian bahkan sengaja menerbangkan Rolls Royces dan Ferrari dari negeri asal sekadar agar bisa betah belanja – seperti di negara sendiri.

Para pemilik toko di Harrods bilang bisnis selalu spektakuler setiap awal dan akhir Ramadhan selalu spektakuler. Transaksi melonjak, umumnya karena kehadiran jetzet Timur Tengah. Ini sudah berlangsung lama dan bahkan sudah jadi legenda kota. Haji Harrods, begitu orang di London menggambarkan rombongan turis dari Timur Tengah yang berjubel di pertokoan mewah London setiap Ramadhan datang.

Perusahaan Switzerland berbasis di Inggris, Global Blue menaksir transaksi melonjak hingga 60%. Manajernya, Gordon Clark mengatakan, “London tempat belanja bagi mayoritas turis Timur Tengah.  Ia hampir menjadi rumah kedua bagi mereka.”

Dibanding turis dari Amerika atau Eropa, jumlah jetset asal UEA, Kuwait, Saudi dan Qatar ini memang relatif kecil, diperingkat ke-19 dari seluruh turis di London. Tapi nilai transaksi mereka sangat fantastis, 888 juta poundsterling atau sekitar US$ 1,5 miliar!

Kalangan jetzet asal Kuwait tercatat paling royal. Mereka rata-rata keluar US$ 2.275 dolar sekali transaksi.

Lalu apa sih yang mereka beli? Tas tangan, sepatu, jam tangan dan perhiasan mewah. Panganan kecil untuk oleh-oleh, seperti buah, kurma dan coklat yang dibungkus artistik juga termasuk yang laris manis.

Ritel-ritel besar pun memanjakan pelanggannya di bulan Ramadhan. Mereka rela menyajikan produk-produk tertentu dan bahkan memberi layanan khusus. Salah satunya, Mal Westfield. Direktur pemasarannya, Myf Ryan, bilang, “Kami bekerja sama dengan ritel-ritel barang mewah yang menawarkan produk-produk mewah sebelum Ramadhan. Dior punya edisi terbatas tas tangan kulit yang eksotis dan Louis Vuitton and Buberry juga menawarkan layanan khusus untuk para klien.”

Dengan menambah lebih banyak jumlah petugas dan sopir pribadi yang bisa berbahasa Arab, Westfield berharap bisa memecah rekor penjualannya tahun ini. Bahkan perusahaan menyediakan petugas yang mengumpulkan tas belanjaan konsumen dan membantu menatanya di mobil. Semuanya gratis.

Bagi Ryan, London jadi tempat belanja favorit pra Ramadhan karena banyak dari pelanggan yang bisa berbahasa Inggris. Selain itu, London punya daya tarik budaya dan sejarah, selain temperatur yang  cukup ramah. Terakhir, hotel-hotel di sana tahu betul bagaimana membuat para turis Timur Tengah merasa nyaman dan betah – seperti di rumah sendiri.[Anisa/berbagai sumber]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *