Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 21 January 2016

PUISI – Ibu


mae

Ibu, aku ingin bersandar istirahat, terhantar dalam tidur yang indah. Setelah semua kisah, tidak ada yg begitu mewah dari pelukan cintamu dimana diriku rebah.

Ibu, ada ketenangan dalam belaian bulan dan bintang-bintang. Tetapi lindap bayangan tangan kasihmulah sesungguhnya kelopak-kelopak wangi yang kembang.
Engkaulah yang menganyam tidurku dengan purnama, memberi minum bibirku yang dahaga, dan kau puaskan gairah mataku yang mendamba.

Ibu, kasihmu telanjang tak berselubung. Berbaringlah jiwaku dalam mimpi melambung.
Sejak dalam kandungan hingga sekian lama didendangkan keremajaan, sampai tiba masa kedewasaan dan hari tua, berbalut cinta pedih dan duka, hanya engkau di dunia ini yg paling megah. Engkaulah darah, susu, dan mata air yang berlimpah.

Ibu,
Dalam bunga bunga kehidupan ini, dalam kesunyian yang pedih menggelisahkan dan dalam cekaman guguran kerinduan, engkaulah segala hamburan ingatan, doa dan kekuatan. Tak satupun kedamaian dan nyanyian, tanpa wajahmu yang terus membayang bersama kelembutan.

Ibu,
Engkaulah yang bersiram cahaya dan menghalau malam dari hatiku.
Ibu adalah bisik kenangan, kemilau bulan dan bintang dimana aku dilahirkan.[]

MKS/Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *