Satu Islam Untuk Semua

Friday, 21 October 2016

PM Irak Terkesan, Pembebasan Mosul dan Tumbangnya ISIS Lebih Cepat dari Perkiraan


pm-irak-terkesan-pembebasan-mosul-lebih-cepat-dari-perkiraan

islamindonesia.id — PM Irak Terkesan, Pembebasan Mosul dan Tumbangnya ISIS Lebih Cepat dari Perkiraan

Pergerakan pasukan pemerintah dalam pembebasan kota Mosul dari ISIS, yang bergerak maju lebih cepat daripada yang diperkirakan, telah membuat Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi terkesan.

Abadi juga mengapresiasi terjalin baiknya koordinasi antara petempur Syiah dengan gerilyawan Kurdi. Menurutnya, hal itu menunjukkan fakta adanya kemajuan persatuan di Irak.

“Pasukan kami bergerak menuju Mosul lebih cepat dari perkiraan dan rencana kami,” kata Abadi, Kamis (20/10).

Hal itu disampaikan Abadi melalui video conference dari Baghdad dengan sejumlah Menteri Luar Negeri negara Barat, yang berkumpul di Paris untuk membahas upaya pemulihan perdamaian dan stabilitas Mosul saat ISIS dikalahkan.

Abadi menerangkan semua upaya akan dilakukan untuk menciptakan jalur pengungsian bagi warga, yang ingin melarikan diri dari Mosul.

Pada Selasa (18/10), pasukan pemerintah dan gerilyawan Kurdi mengaku berhasil menguasai sekitar 20 desa di pinggiran Mosul yang merupakan benteng pertahanan terakhir ISIS di Irak.

Dengan keberhasilan tersebut, dapat dipastikan bahwa kondisi ISIS sudah semakin terdesak. Artinya, pembebasan Mosul akan menjadi kekalahan terbesar kelompok teroris tersebut di Irak.

Abadi menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan pelanggaran hak asasi manusia dalam operasi militer di kota kedua terbesar di Irak, yang berpenduduk 1,5 juta jiwa itu. Dia berupaya meyakinkan komunitas internasional bahwa negaranya tidak akan jatuh dalam spiral kekerasan sektarian yang sempat melanda Irak sejak serbuan Amerika Serikat tahun 2003.

“Kami akan membebaskan Mosul untuk membela warga Irak dan mempertahankan wilayah Irak,” katanya sambil menyebut bahwa ini adalah pertama kalinya sejak 25 tahun terakhir pasukan Irak memasuki wilayah utara Kurdi untuk bertempur secara bersama-sama.

“Berbagai faksi di Irak telah bersatu untuk mengalahkan terorisme,” tegasnya.

Ada pun pertemuan negara-negara Barat di Paris digelar untuk membahas garis acuan bagaimana pengaturan Mosul setelah ISIS berhasil dikalahkan, termasuk juga terkait perlindungan terhadap warga kota tersebut ke depan.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *