Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 11 May 2017

Pesan Gus Mus Menjelang Malam Nishfu Sya’ban


Pesan Gus Mus Menjelang Malam Nishfu Sya’ban

islamindonesia.id – Pesan Gus Mus Menjelang Malam Nishfu Sya’ban

 

Hari ini, Kamis (11/5/2017) adalah pertengahan bulan Sya’ban dalam kaelender Hjriyah yang dikenal oleh kaum Muslimin dengan sebutan Nishfu Sya’ban. Malam Nishfu Sya’ban dinilai sebagai malam mulia bahkan tergolong malam paling utama setelah Lailatul Qadar. Karena pada malam inilah Allah akan menganugerahkan karunia-Nya kepada para hamba dan mengampuni mereka demi karunia dan anugerah-Nya.

Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa alangkah baiknya bila kaum Muslimin di malam Nishfu Sya’ban, selain saling bermaafan antara sesama mereka, juga bergiat memuji Allah, memohon ampunan dan memanjatkan doa-doa terbaik yang bisa dihaturkan ke hadirat Allah. Karena pada malam ini Allah bersumpah demi Zat-Nya yang suci untuk tidak membiarkan para pemohon-Nya kembali dengan tangan hampa selama ia tidak memohon sesuatu yang tergolong maksiat.

Puji syukur alhamdulillah, bahwa di tengah kaum Muslimin Indonesia, berkenaan dengan malam Nishfu Sya’ban, kita berkesempatan memetik teladan dari Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, KH Ahmad Mustofa Bisri atau sosok yang akrab kita sapa dengan panggilan Gus Mus, yang menjelang datangnya malam Nishfu Sya’ban menyampaikan pesan dan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat, terutama yang pernah terkait dengannya.

Sebagai manusia biasa, Gus Mus memohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafannya. Bahkan Mustasyar PBNU ini juga memberikan maaf kepada siapa saja yang pernah menyalahinya.

“Menjelang Nishfu Sya’ban, dari Allah aku mohon disaksikan bahwa aku telah memaafkan siapa saja yang pernah menyalahiku baik sengaja atau tidak; dari kalian semua yang pernah bergaul denganku, aku mohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafanku,” ujar Gus Mus, Kamis (11/5/2017) seperti tertulis di akun Facebook pribadinya.

Keberuntungan manusia ketika Allah mencatatnya sebagai hamba yang pantas mendapat ampunan dan rahmat. Sebab itu, Rais Aam PBNU 2014-2015 ini berharap, semoga kita sebagai umat Islam tercatat sebagai hamba Allah yang pantas mendapat ampunan-Nya.

“Semoga Allah mencatat kita semua sebagai hamba-hambaNya yang pantas mendapat pengampunan dan kasih-sayang-Nya. Amin,” doa Gus Mus.

Nishfu Sya’ban merupakan momen ketika semua catatan amal manusia di dunia ditutup sekaligus dibuka kembali catatan baru.

Sebab itu, di malam yang penting ini, umat Islam dianjurkan untuk membaca sejumlah amalan wirid dan zikir dalam bentuk doa bersama atau istighatsah dengan niat menutup catatan amal buruk di masa lalu sekaligus membuka catatan amalan yang baik di masa mendatang.

Hal ini sesuai sabda Rasulullah SAW, “Malam ini adalah malam Nishfu Sya’ban. Pada malam ini semua rezeki akan dibagi, ajal akan ditulis, dan orang-orang yang akan pergi haji akan ditentukan. Sesungguhnya Allah akan mengampuni pada malam ini hamba-hamba-Nya lebih banyak dari jumlah kambing kabilah Kalbar dan mengutus para Malaikat-Nya untuk turun ke bumi..”

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *