Satu Islam Untuk Semua

Monday, 08 June 2015

Pertama di Dunia, Muslimin Suriah Dirikan Masjid dengan Nama ‘Bunda Maria’


IMG_1180.JPG

Sebuah masjid bernama “Bunda Maria”, merujuk pada nama ibunda suci Yesus Kristus, resmi berdiri di Tartus, kota pelabuhan terbesar kedua Suriah, belum lama ini, kata media. 

Menurut situs berita Syria Online, penamaan mesjid dengan nama sosok suci umat Kristiani itu adalah yang pertama kalinya di dunia Arab dan Islam. 

Bagi Menteri Badan Wakaf Suriah, Muhammad Abdul Sattar, pemberian nama itu mencerminkan asa besar Muslimin menjaga toleransi dan persaudaraan dengan umat Kristen.

Dia berharap kerukunan dan kemesraan sejenis menggema di belahan dunia lainnya.

“Di Damaskus, khususnya Masjid Jami’ Umayah, telah menjadi situs kebudayaan Islam,” kata Sattar  menggambarkan pembangunan masjid Bunda Maria sebagai jawaban tegas Muslimin atas maraknya ekstrimisme atas nama Islam, seperti ISIS, yang merusak banyak tempat ibadah umat Kristiani di Suriah.

Pada April, sebagaimana dilaporkan kantor berita Suriah, SANA, ISIS meledakkan salah satu tempat ibadah tua umat Kritiani “Church of the Virgin Mary” di desa Kristen Asiria, Tel Nasri, Suriah. Meskipun peledakan gereja yang dibangun pada 1934 itu tidak memakan korban jiwa, namun tragedi itu terjadi ketika umat Kristiani ingin merayakan Paskah.

Umat Kritiani di Suriah hanya sekitar sepuluh persen dari populasi, dimana Muslim Sunni sebagai mayoritas di negara yang dipimpin oleh Presiden Bashar As’ad itu. Penganut Kristiani yang minoritas ini tidak lepas dari target kekejaman ISIS yang menduduki beberapa wilayah. Pada Februari lalu, kelompok sempalan Al Qaidah ini membakar salah satu gereja tertua dan  bersejarah di Tal Hurmoz, Suriah. Kelompok militan ini juga menghancurkan tiga gereja lainnya di kota Tal Tamer, Hassaka, Suriah.

Di tengah gelombang kelompok yang mengancam perang saudara di Suriah itu, perwakilan dari berbagai lapisan masyarakat di Tartus, seperti umat Kristen Maronit, menyambut baik pembangunan masjid Bunda Mariah itu. Mereka berharap pemberian nama “Virgin Mary” pada tempat ibadah umat Islam ini menjadi langkah baik untuk memperlihatkan hubungan umat Islam dan Kristiani dengan pesan cinta dan perdamaian di tengah bencana ekstirimisme atas nama agama yang melanda Suriah.

Edy/ Islam Indonesia

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *