Satu Islam Untuk Semua

Monday, 12 June 2017

‘Pengantin Sahur’, Tradisi Unik Warga Indragiri Hilir Saat Ramadhan


Pengantin Sahur, Tradisi Unik Warga Indragiri Hilir Saat Ramadhan

islamindonesia.id – ‘Pengantin Sahur’, Tradisi Unik Warga Indragiri Hilir Saat Ramadhan

 

Masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau memiliki tradisi unik di bulan Ramadhan. Mereka menggelar festival ‘Pengantin Sahur’.

Ramadhan tahun ini, acara ‘Pengantin Sahur’ digelar masyarakat di Desa Pulau Palas Kecamatan Tembilahan Hulu, Minggu (11/6/2017) menjelang sahur. Ribuan warga menyaksikan tradisi turun temurun sejak era tahun 70-an yang selalu digelar saat bulan puasa itu.

Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Dolifar Manurung, Waka Polres Kompol Azwar beserta jajarannya ikut bergabung dengan ribuan masyarakat yang meramaikan pawai budaya itu.

Budaya ‘Pengantin Sahur’ ini bertujuan untuk membangunkan warga agar tidak telat makan sahur. Tradisi ini, diramaikan 12 pasangan pengantin dari berbagai utusan desa.

Meski kedua pengantin adalah laki-laki, tapi tetap saja dirias tak ubahnya sepasang pengantin asli. Selain dirias bidan pengantin, setiap pasangan juga mengenakan baju pengantin.

Setelah dirias apik, mereka pun bersiap bersaing dengan pasangan lainnya di depan tim penilai. Pemenangnya, tentunya akan dilihat dari keserasian tiap pasangan. Di samping itu, pasangan pengantin pria yang dirias paling mirip perempuan, juga menentukan penilaian.

Mereka juga diarak bersama keliling kampung sambil membangunkan sahur. Setiap pasangan pengantin diarak di atas gerobak kecil yang telah diberi roda. Bagian atas gerobak itu dihias mirip tempat pelaminan dengan hiasan pernak-pernik lampu warna-warni. Daya listrik untuk lampu disalurkan lewat genset di belakang gerobak pengantin.

Saat 12 pasangan pengantin ini diarak, ribuan masyarakat menyambut dengan suka cita. Mereka berkeliling kampung dengan diiringi tabuhan gendang.

Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Dolifar Manurung yang didaulat masyarakat memberikan sambutan mengatakan, bahwa kegiatan ini suatu hal yang sangat positif.

“Saya berharap tradisi ini bisa menjadi agenda wisata lokal khususnya di saat bulan Ramadhan,” kata Dolifar.

Untuk mengamankan acara, Polres menerjunkan 60 personel dibantu TNI dan panitia setempat.

“Pelaksanaan ini berjalan tertib dan lancar. Ini merupakan tradisi masyarakat setempat yang sangat menghibur warga,” tutup Dolifar.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *