Satu Islam Untuk Semua

Tuesday, 16 May 2017

Pendukung Ahok Siap Deklarasikan Minahasa Merdeka, Begini Kata Kapolri


Pendukung Ahok Siap Deklarasikan Minahasa Merdeka, Begini Kata Kapolri

islamindonesia.id – Pendukung Ahok Siap Deklarasikan Minahasa Merdeka, Begini Kata Kapolri

 

Sejak Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok divonis 2 tahun penjara, seruan Minahasa Merdeka ramai bermunculan di media sosial (mesdsos).

Seruan Minahasa Merdeka muncul sebagai bentuk kekecewaan warga Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) terhadap vonis yang dijatuhkan kepada Ahok.

Warga Minahasa melakukan aksi solidaritas sebagai bentuk dukungan kepada Ahok dengan menyalakan lilin. Aksi bertajuk ‘Sejuta Lilin dari Manado untuk Ahok’ dilakukan di Jalan Piere Tendean, tepatnya di depan Hotel Aryaduta Manado, Rabu (10/5/2017) lalu.

Tak hanya sampai di situ, warga Minahasa juga berencana melakukan aksi demonstrasi bertajuk ‘Referendum Minahasa Merdeka’.

Menanggapi hal itu, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Tito Karnavian menyatakan tidak boleh ada yang mendeklarasikan kemerdekaan di wilayah mana pun di lingkup Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ini termasuk di Minahasa, Sulawesi Utara.

“Tidak boleh. Deklarasi tidak boleh,” ujar Tito usai menjadi salah satu pemateri dalam kuliah umum pada Kongres Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) XIX di Asrama Haji Palu, Sulawesi Tengah, Senin (15/5/2017).

Menurut Tito, rencana deklarasi kemerdekaan Minahasa –yang muncul di media sosial – dianggap sebagai reaksi spontan para aktivis terhadap ketidakpuasan kepada pemerintah.

Meski demikian, Tito mengatakan, Polri memilih melakukan tindakan persuasif terhadap mereka yang berencana melakukan deklarasi.

“Kita akan lakukan tindakan persuasif dulu kepada saudara-saudara di sana,” ujar Tito.

Tito meminta masyarakat Indonesia mengesampingkan hal-hal primordial seperti suku, agama, dan bahasa dalam berbangsa dan bernegara. Dia menyampaikan pergerakan kemerdekaan Indonesia dari Sumpah Pemuda pada 1928 hingga Proklamasi pada 1945 sejatinya dilakukan dengan semangat mempersatukan Indonesia yang rakyatnya begitu beragam.

Dengan demikian, rencana melakukan deklarasi kemerdekaan atas dasar kesamaan wilayah dan suku yang dilakukan di Indonesia, tidak sejalan dengan semangat kebangsaan Indonesia.

“Kita harus sama-sama jaga keutuhan negara kita. Konflik tidak boleh terjadi,” tegas Tito.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Sulut, Steven OE Kandouw meminta masyarakat Minahasa tidak berlebihan menujukan aksi simpatik kepada Ahok.

“Saya juga bersimpati pada pak Ahok, tapi saya imbau masyarakat Sulut yang berlebihan dalam menunjukkan simpatinya,” ucap Steven, Kamis (11/5/2017) lalu.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini menambahkan, aksi simpati kepada Ahok boleh-boleh saja. “Tapi sebagai orang Sulut kita harus tetap menjaga kebersamaan, jangan sampai simpati yang berlebihan bisa merusak kerukunan dan kedamaian yang selama ini menjadi ciri khas daerah kita,” imbuhnya.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *