Satu Islam Untuk Semua

Monday, 09 October 2017

Pemuda Saudi Tembak Aparat Penjaga Istana di Jeddah, 2 Tewas


59d8d8e1fc7e93f1368b4567

islamindonesia.id – Pemuda Saudi Tembak Aparat Penjaga Istana di Jeddah, 2 Tewas
Seorang pemuda bersenjata api melepaskan tembakan yang menewaskan dua aparat keamanan dan melukai tiga orang lainnya di dekat pintu gerbang istana kerajaan Al Salam, Jeddah, Arab Saudi, 7 Oktober. Tak lama kemudian, pelaku tewas akibat tembakan balasan yang dimuntahkan oleh aparat setempat.

Menurut Kementerian Dalam Negeri Saudi, pelaku merupakan warga negera Saudi berusia 28 tahun bernama Mansour Al Amri. Pelaku dikabarkan menyerang dengan bekal senapan Kalashnikov dan tiga bom dari botol yang menggunakan sumbu serta cairan di dalamnya.

Menurut Saudi Press Agency yang dikutip Al Jazeera, Amri turun dari kendaraannya di tempat pemeriksaan yang ada di barat pintu gerbang Istana. Saat itulah Amri mulai melesatkan tembakan ke korban. Melihat kejadian itu, penjaga istana lain langsung bereaksi dengan menembak Amri hingga tersungkur dan tewas.

Istana Al Salam merupakan tempat para keluarga kerajaan menyelenggarakan acara-acara resmi selama musim panas. Lokasinya tak jauh dari Jalan King Abdulaziz dan Andalus dengan penorama Laut Merah di depannya. Saat kejadian, Raja Salman bin Abdilaziz dipastikan masih berada di Rusia dalam rangka kunjungan kenegaraan.

Juru bicara Menteri Dalam Negeri Mansour al Turki bilang, Amri tidak memiliki jejak kriminal sebelumnya. Pelaku juga tidak memiliki catatan yang menghubungkannya dengan salah satu grup teroris. Namun, kata Mansour, aparat masih menyelidiki motif pelaku melakukan serangan.

Tidak lama pascakejadian berdarah itu, Kedutaan Besar Amerika Serikat mengumumkan kepada warganya di Saudi untuk menjaga diri jika melewati area istana itu. Hal ini disampaikan Kedutaan via akun resmi media sosial, 7 Oktober.

Sejauh ini, sejumlah penyerangan teror dilakukan oleh pelaku yang berafiliasi dengan kelompok teroris seperti Al Qaidah dan ISIS. Selain menyerang aparat, mereka juga meledakkan sejumlah masjid umat Islam Syiah sebagai kelompok minoritas di Saudi.

Pekan ini, polisi Saudi juga menangkap pelaku teror tersembunyi yang diduga berasal dari kelompok ISIS. Saat penangkapan, polisi menewaskan dua orang dan lima pelaku lainnya berhasil diamankan.

Pada Juli lalu, otoritas Saudi mengklaim berhasil mencegah serangan ke Masjidil Haram di Mekah. Otoritas bilang, pelaku yang merencakan serangan berasal dari grup ISIS.

Ragam peristiwa serangan teror terjadi di Saudi di saat ratusan warga Saudi ke Suriah untuk bergabung dalam sejumlah kelompok militan yang disokong oleh Amerika Serikat seperti ISIS dan Al Nusra.

 

YS/ islamindonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *