Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 07 September 2017

Pemuda Muhammadiyah: Momentum Politik Kerap Ancam Kebhinekaan  


Pemuda Muhammadiyah Momentum Politik Kerap Ancam Kebhinekaan

islamindonesia.id – Pemuda Muhammadiyah: Momentum Politik Kerap Ancam Kebhinekaan

 

Kebhinnekaan dan keberagaman yang sudah ada di Indonesia penting sekali untuk selalu dijaga terutama dalam kehidupan bermasyarakat. Terkadang keberagaman selalu terancam saat terjadi momentum politik seperti Pilkada.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjutak, mengingatkan pentingnya untuk mempertahankan Pancasila di tengah ancaman destruksi yang muncul saat momentum politik terjadi. Hal itu dikatakan Dahnil Anzar Simanjuntak saat menjadi pembicara dalam diskusi publik soal Kebhinekaan di Kantor Staf Presiden, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (7/9/2017).

“Politik yang menghalalkan segala cara pasti mendestruksi Pancasila. Apalagi politiknya anti dialog pasti merusak keberagaman. Nah selama ini kan fakta yang ditemukan di lapangan ketika memontum-momentum politik terjadi seolah-olah keragaman kita terancam padahal tidak ada apa-apa,” kata Dahnil Anzar Simanjuntak.

“Jadi keberagaman itu selalu muncul ancamannya ketika momentum politik. Kalau pun ada fakta kelompok kecil yang memang secara faktual menjadi ancaman walaupun nggak ada destruksi politik, itu kecil sekali dan bisa ditangani. Tapi tentu dengan pendekatan keamanan dan sebagainya,” lanjut dia.

Dahnil menegaskan, pemerintah dan masyarakat sama-sama memiliki tugas utama untuk mengamalkan nilai Pancasila di kehidupan bermasyarakat. Agar bisa tercipta persatuan dan kesatuan.

“Bisa enggak Pancasila itu kita dihadirkan untuk menghadirkan keadilan kemanusiaan, kita hadirkan untuk mempersatukan, Pancasila kita hadirkan sebagai perlindungan seluruh umat beragama, etnis dan sebagainya,” imbuhnya.

Dahnil juga mengkritik pemerintah yang lebih menekankan pengamalan Pancasila ke masyarakat. Namun tidak memberikan penekanan kepada pejabat negara, kepala daerah, PNS, dan politisi.

“Mohon maaf bapak-bapak pejabat di sini, bagi saya yang paling butuh diajari Pancasila itu kepala daerah, pejabat negara, politisi, PNS. Kalau kami ya sudah otentik (Pancasila) sudah darahnya,” tutur Dahnil Anzar Simanjuntak.

“Anda pembuat kebijakan ya Anda yang paling butuh diajari dan harus ditanamkan Pancasila. Mempancasilakan politisi, PNS, birokrasi dan seluruh pejabat public,” pungkasnya.

 

EH / Islam Indonesia

2 responses to “Pemuda Muhammadiyah: Momentum Politik Kerap Ancam Kebhinekaan  ”

  1. Umat Islam telah terperosok ke dalam sistem kehidupan berasaskan paham sekularisme.
    https://bogotabb.blogspot.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *