Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 14 September 2017

Pemimpin Tertinggi Iran Serukan Langkah Praktis Akhiri Masalah Rohingya


160120132418_ayatollah_ali_khamenei_640x360_getty_nocredit

islamindonesia.id – Pemimpin Tertinggi Iran Serukan Langkah Praktis Akhiri Masalah Rohingya

 

 

Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran Ali Khamenei menyerukan kepada semua pemerintah dunia Islam untuk menekan Pemerintah Myanmar secara politik dan ekonomi agar penindasan atas warga minoritas Rohingnya segera berakhir. Demikian kata Khamenei menyatakan pentingnya langkah praktis untuk menghentikan peningkatan jumlah korban jiwa dan pengungsi yang terlantar. “Tentunya tindakan praktis tidak berarti pengiriman pasukan militer. Pemerintahan-pemerintahan Islam dapat meningkatkan tekanan baik politik, ekonomi, kepada Pemerintahan Myanmar dan melayangkan protes atas tindak kriminal itu di lembaga-lembaga internasional,” katanya seperti dilansir media setempat Press TV, 12 September

Pemerintah Myanmar memberlakukan operasi militer di bagian barat negara itu, tempat di mana warga Rohingnya bermukim. Menurut sejumlah saksi, atas operasi militer itu, warga Rohingnya diperlakukan dengan tidak manusiawi.

Sejumlah serdadu militer dan penganut Budha ekstrimis dilaporkan melakukan pembunuhan dan pemerkosaan terhadap warga Rohingnya serta pembakaran rumah-rumah warga. Setidaknya 400 warga yang mayoritas Muslim Rohingya dikabarkan wafat selama kekerasan ini terjadi. Bahkan, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, jumlah korban jiwa sebenaranya dapat menembus angka 1.000.

Bagi ulama kelahiran Masyhad ini, krisis di Myanmar merupakan isu politik dan tidak dapat begitu saja direduksi sebagai konflik Muslim dan Budha. Meskipun, kata Khamenei, dugaan adanya variabel isu agama dalam krisis ini dapat terjadi. “Isu politik karena bagian dari pelaksana perbuatan bengis ini ialah Pemerintah Myanmar,” katanya sembari menyindir petinggi Pemerintahan yang pernah meraih Nobel Perdamaian.

Seperti diketahui, pemimpin de facto Myanmar Aung Sang Suu Kyi – pemenang Nobel Perdamaian 1991 – dianggap tidak berbuat banyak menyelesaikan kekerasan yang menimpa Rohingya di Rakhine selama ini. Suu Kyi juga pernah bilang bahwa laporan kebrutalan yang menimpa Muslim Rohingnya di berbagai media merupakan berita bohong.

Ali Khamenei juga melayangkan kritik atas bungkamnya lembaga-lembaga internasional termasuk lembaga hak asasi manusia atas kezaliman yang berlangsung di negara bagian Asia Tenggara itu. Untuk itu, sebagai salah satu tindakan praktis, Khamenei menyerukan agar Organisasi Kerjasama Islam (OKI) segera menggelar pertemuan untuk membahas langkah bersama.

Iran sendiri, menurut Khamenei, telah menunjukkan pendiriannya yang jelas atas segala bentuk penindasan dan penjajahan di muka bumi ini. “Iran telah menyatakan penentangannya dengan tegas terhadap penindasan di mana  pun itu terjadi, baik di wilayah yang diduduki Zionis, di Bahrain, Yaman, dan Myanmar,” kata Pemimpin Spiritual yang juga Panglima Tertinggi Militer di Negeri Mulla ini.

 

YS/ IslamIndonesia

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *